Asing Rem Porsi Jual, Indeks Syariah Naik Jelang Penutupan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 April 2018 16:42
Asing Rem Porsi Jual, Indeks Syariah Naik Jelang Penutupan
Jelang perdagangan berakhir, kinerja indeks syariah membaik.

Dream - Indeks syariah kompak menguat jelang detik-detik penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 17 April 2018. Berkurangnya tekanan jual pemodal asing pada saham syariah menjadi katalis penguatan indeks. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kali ini menutup perdagangan dengan kenaikan 0,386 poin (0,21%) ke level 187,569. Di awal perdagangan, ISSI sempat dibuka menghijau di level 187,491. 

Namun adanya tekanan jual dari pemodal lokal membuat ISSI bergerak fluktuatif. ISSI menyentuh level tertinggi di 187,936 dan sempat jatuh ke zona merah dengan posisi terendah di 186,697. 

Aksi beli investor juga menyelamatkan laju indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski separuh penghuninya ditutup melemah, indeks JII menutup perdagangan dengan menanjak 2,046 poin (0,28%) ke level 728,029.

Hingga sesi pasca penutupan perdagangan sebanyak 59,41 miliar saham syariah diperdagangan pelaku pasar dengan nilai transaksi Rp3,35 triliun, lebih marak dari perdagangan awal pekan kemarin.

 

Investor asing mulai sedikit mengerem aksi jual saham syariahnya. Di jajaran saham ISSI, tercatat nett sell asing turun sampai separuhnya atau senilai Rp120 miliar. 

Dua indeks sektor komoditas menjadi lirikan pelaku pasar kali ini. Indeks sektor pertanian dan pertambangan mengalami penguatan tertinggi masing-masing 1,31 persen dan 1,00 persen.

Namun laju indeks sektoral sebetulnya dipenuhi koreksi. Indeks infrastruktur mengalami penurunan terbesar 0,55 persen, disusul keuangan 0,25 persen, industri dasar 0,07 persen, dan barang konsumsi 0,05 persen.

Saham-saham tambang syariah menjadi penghuni terbanyak top gainer bluechips syariah. Dipimpin UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.550, disusul oleh PTBA sebesar Rp90, TPIA Rp75, ICBP Rp50, dan INDF Rp50.

Sementara posisi 5 besar top losser indeks JII dihuni saham LPPF yang terkoreksi Rp250, AKRA Rp175, UNVR Rp75, PGAS Rp70, dan SCMA Rp60.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 67 poin (0,49%) ke level Rp13.713 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar