Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Optimistis Pembiayaan Meningkat Pada Kuartal II 2018. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perbankan syariah optimistis pembiayaan akan tumbuh hingga 15 persen pada kuartal II 2018.
Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih, mengatakan pembiayaan semester I 2018 sebesar Rp4,3 triliun. Untuk kuartal II 2018, John memproyeksikan pembiayaan tumbuh 15 persen.
“ Kami akan tetap berada di range 15 persen,” kata dia di Jakarta, ditulis Kamis 19 April 2018.
John berkata, ada pembiayaan sedikit tumbuh karena peningkatan di sektor perdagangan, ritel, dan transportasi. Pembiayaan di sektor kendaraan niaga juga meningkat. Belum lagi ditambah prediksi kenaikan ekspor besi dan baja.
“ Ini sinyal positif. Mestinya di kuartal II ada peningkatan. Nanti di bulan Juni agak sedikit normal lagi karena Lebaran,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Syariah Banking PT CIMB Niaga, Pandji P Djajanegara, juga percaya diri pembiayaan akan tumbuh pada kuartal II 2018. Peningkatan pembiayaan ini didorong oleh pembiayaan KPR dan sektor konsumtif.
Terlebih, saat bulan Puasa dan Lebaran, pembiayaan di bidang barang konsumsi akan naik. Saat ini, pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp16,94 triliun, berdasarkan laporan keuangan bank per Februari 2018.
“ Pada kuartal II, perkiraan tumbuh 10 persen. Untuk full year, (tumbuh) di atas tahun lalu. Tahun lalu, (pembiayaan) tumbuh Rp6,5 triliun,” kata dia.
Pandji menyebut, untuk menggenjot pembiayaan ini, unit syariah CIMB Niaga melakukan program “ Syariah First”, yaitu menawarkan produk syariah terlebih dahulu di cabang konvensional, sebelum menyodorkan produk konvensional.
“ Teman-teman konvensional juga jualan syariah, makanya tumbuh di atas konvensional. Syariah masih terbilang baru dan belum banyak nasabah yang tahu, jadi banyak nasabah yang tertarik untuk belajar,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya