Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia akhirnya tak kuasa menahan aksi jual investor. Dibuka menguat, indeks acuan syariah menutup perdagangan di zona merah.
Tiga sektor saham, keuangan, infrastruktur, dan pertambangan, menjadi pemberat laju indeks bursa saham domestik.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,398 poin (0,23%) ke level 169,564.
ISSI terseret arus pelemahan yang dialami 123 emiten syariah. Sisanya, 51 emiten ISSI bergerak menguat dan 64 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 31,37 miliar saham senilai Rp 2,20 triliun.
Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia sebetulnya memulai perdagangan di zona hijau di level 170,109. ISSI bahkan sempat menguat ke level 170,183.
Laju penguatan ini bahkan berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah. Munculnya tekanan pasar memaksa ISSI jatuh ke zona merah ke level terendah di 169,416.
Penutupan di zona merah juga melanda saham-saham bluechips syariah. Dipicu pelemahan harga saham dari 17 emiten, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 0,503 poin (0,07%) ke level 711,265.
Indeks JII sepanjang perdagangan awal pekan ini memang bergerak fluktuatif. Dibuka menguat, JII sempat menyentuh level tertinggi di 713,316.
Aksi pelaku pasar yang mencoba mencari untung di tengah sentimen negatif Wall Street, akhirnya memaksa JII ditutup melemah.
Emiten tambang menjadi pemberat laju JII dipimpin UNTR yang melemah Rp 650 per saham. Top loser lainnya adalah PTBA yang turun Rp 175, SILO Rp 150, ITMG Rp 75, dan AKRA Rp 50 per saham.
Sebaliknya, top gainer JII dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 625, AALI Rp 400, CPIN Rp 85, INTP Rp 75, dan ICBP Rp 50 per saham.
Penutupan di zona merah juga akhirnya dibukukan IHSG. Dibuka melemah sejak awal, IHSG akhirnya menutup perdagangan awal pekan dengan koreksi 26,791 poin (0,50%) ke level 5.288,362.
Lantai bursa relatif minim transaksi dengan hanya menciptakan angka Rp 3,73 triliun. Sebanyak 46,10 miliar jadi sasaran aksi jual beli investor.
Investor asing masih membukukan nett sell namun dengan nilai yang sedikit bekurang. Nett sell asing tercatat Rp 140,21 miliar.
Kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Rupiah hanya naik 2 poin (0,02%) ke level 13.156 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya