JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Presiden Joko Widodo (Widodo) menegaskan agar bantuan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) bisa digunakan sesuai fungsinya masing-masing.
“ Saya titip tolong untuk dipakai untuk yang baik-baik, jangan sampai kayak tadi KIP untuk beli pulsa. Hati-hati kalau ada yang beli pulsa pakai kartu itu langsung kita cabut,” tegas Jokowi saat memberikan bantuan tersebut kepada penerima di Makassar, akhir pekan lalu.
Seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Senin, 25 Mei 2015, penerima kartu disabilitas mendapatkan setiap bulannya Rp 300 ribu, yang diambil per empat bulan. Sedangkan untuk penerima KKS mendapatkan dana Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan.
Sementara, untuk KIP, penerima yang masih duduk di bangku SD mendapat bantuan Rp 450 ribu, SMP sebanyak Rp 750 ribu, dan SMA/SMK masing-masing Rp 1 juta per tahun. Untuk tahun ini, dana KIP diberikan sekitar minggu ketiga bulan Juni.
“ Cukup untuk membeli seragam, membeli sepatu, membeli buku. Harus belajar, kalau nonton TV terus mana bisa pintar,” ujar Jokowi kepada anak-anak penerima KIP.
Untuk KIS, Jokowi mengimbau agar masyarakat penerima kartu ini untuk melakukan pengobatan dasar di Puskesmas terdekat. Namun, jika menderita penyakit parah maka segera memeriksa ke rumah sakit.
“ Kalau sakit kalau yang pegang KIS yang sakit, kalau batuk-batuk, flu, pilek jangan ke rumah sakit, nanti rumah sakit bisa penuh. Kalau sakit ringan itu perginya ke Puskesmas. Kalau nanti batuk, batuknya berat kemudian dicek nanti ada paru-paru yang perlu diperiksa baru dirujuk nanti ke rumah sakit. Yang pegang ini tentu saja tidak dipungut biaya,” tuturnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
