Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Teller Bank. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak dapat dipungkiri pesatnya perkembangan teknologi berdampak di semua lini bisnis, termasuk perbankan. Pesatnya perkembangan teknologi berpengaruh pada perubahan perilaku konsumen yang menginginkan segala hal serba cepat.
" Sekarang generasi milenial itu sukanya yang cepat. Tidak mau yang antre lama. Jadi mau tidak mau perbankan harus mengikuti," kata Komisaris Utama PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Mulya E. Siregar, di Garut, Jawa Barat, Jumat 8 Desember 2017.
Mulya mengatakan ke depannya, perbankan akan fokus mengurus produk digital daripada membuka cabang. Mereka akan fokus membuat aplikasi perbankan terbaik.
Untuk itulah, menurut Mulya, perbankan harus mulai fokus mengurus produk digitalnya ketimbang membuka kantor cabang.
“ Aplikasi ini disebut juga sebagai digital branch yang telah diatur oleh OJK,” kata dia.
Dalam digital branch ini, menurut Mulya, nantinya aplikasi itu akan menyentuh personal nasabah supaya orang tersebut betah menggunakan aplikasi itu.
Kehadiran aplikasi digital tentunya bakal mengubah masa depan perbankan nasional. Bank akan perlahan-lahan mengurangi profesi teller karena tren bertransaksi kini tak membutuhkan tatap muka secara langsung.
" Trennya itu faceless future banking karena semua transaksi udah via internet banking atau m-banking. Jadi nantinya kantor cabang tetap akan ada buat para baby boomers, tapi dilayaninya sama avatar teller. Kalau customernya gaptek, tidak ngerti avatar teller, baru deh keluar teller benerannya," jelas Mulya.
Karena itulah Mulya memprediksi, selain teller yang jumlahnya berkurang, kantor cabang juga akan menyusut. " Cabang berkurang iya, tapi tidak mungkin hilang. Mungkin cuma 1 tiap kota," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya