Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Bekas Rupanya Banyak Diminati Orang, Lho, Sahabat Dream.
Dream - Bisa dibilang, bisnis properti adalah usaha yang nilai penjualannya terus meningkat. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan masyarakat akan hunian.
Saat mencari rumah, ternyata pilihan tak hanya jatuh pada rumah-rumah baru. Bisnis rumah bekas masih sangat menjanjikan.
Berdasarkan data yang dihimpun aplikasi pencarian hunian Rumah123, penjualan rumah bekas di kawasan Jabodetabek terus meningkat. Dari kuartal II ke III 2017, penjualan rumah bekas dengan harga di bawah Rp500 juta mencatatkan kenaikan tertinggi yaitu 33 persen.
Untung melanjutkan peningkatan tersebut diikuti oleh rumah bekas dengan harga berkisar Rp500 juta-Rp1 miliar mengalami kenaikan hingga 23 persen. Diikuti rumah seharga Rp1 miliar-Rp2 miliar yang naik 19 persen dan seharga Rp2 miliar-Rp2,5 miliar naik 19 persen.
“ Untuk harga rumah di atas Rp5 miliar, naiknya 25 persen,” kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, di Jakarta, ditulis Kamis, 21 Desember 2017.
Harga rumah bekas di bawah Rp500 juta bahkan meningkat lebih tinggi dibandingkan posisi kuartal III setahun lalu yaitu sebesar 47 persen. Sementara untuk rumah direntang harga Rp1 miliar-Rp2 miliar naik 55 persen, Rp2 miliar-Rp2,5 miliar naik 22 persen, dan di atas Rp5 miliar naik 40 persen.
“ Ini data di kita, apakah ini merepresentasikan secara nasional atau Jabodetabek, kita nggak bisa memastikan," kata Untung.
Menurut Untung, data yang dikumpulkan pihaknya masih bersifat sementara. Ini karena belum ada lembaga yang memiliki data terkait rumah baik di Jabodetabek maupun nasional.
" Bahkan BI (Bank Indonesia) pun masih tarik data ke kita, tapi buat kita ini sementara jadi acuan ke kita. Jadi cukup valid harusnya ya," tutur dia.
Lebih lanjut, Untung enggan menjelaskan kondisi harga untuk rumah baru. Alasannya, dia tidak ingin menyalahi aturan.
“ Kalau rumah baru, kami tidak boleh,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya