Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dua Miliarder Ini Tertarik Mengembangkan Hyperloop.
Dream – Persaingan para hartawan di dunia meningkat ke level yang lebih canggih. Transportasi supersonik kini tengah menjadi ladang bisnis baru par amiliarder dunia. Setidaknya tercatat dua orang miliarder yang bersaing untuk mengembangkan transportasi supercepat.
Dia adalah bos Virgin Group, Richard Branson, dan CEO Tesla, Elon Musk.
Dilansir dari CNN Tech, Rabu 20 Desember 2017, Branson menanamkan dana US$50 juta (Rp678,55 miliar) untuk mengembangkan Virgin Hyperloop One. Perusahaan ini menempatkan pendiri Virgin Group itu sebagai CEO-nya.
“ Saya tertarik dengan pengembangan Virgin Hyperloop One dan bangga menjadi pemimpin barunya,” kata dia.
Bisnis baru Branson di bidang pengembangan transportasi masa depan ternyata mulai menghadapi pesaing berat.
Dengan dana yang dimilikinya, Musk mendirikan Boring Company yang juga mengembangkan teknologi supersonik. Bisnis ini keluar dari ide Musk sendiri yang ingin membuat transportasi hyperloop pada 2013.
Dengan transportasi ini, Musk mengklaim penumpang bisa bepergian dari New York ke Los Angeles hanya dalam waktu 45 menit.
Sementara itu, Virgin Hyperloop One mengumumkan 10 kota finalis untuk instalasi hyperloop. Rencananya transportasi publik ini akan dibangun pada 2021. Perusahan ini menyebut hyperloop bisa melaju dengan kecepatan 240 mil per jam saat tes uji coba fase terakhir.
Tak hanya di darat, persaingan dua miliarder ini ternyata terjadi di luar angkasa.
Branson dan Musk sama-sama mengembangkan transportasi luar angkasa. Musk membangun SpaceX yang telah mengembangkan roket Falcon 1 dan Falcon 2. Keduanya dibangun dengan tujuan menjadi peluncuran yang dapat dipakai ulang.
Tak mau ketinggalan, Branson mendirikan perusahaan Virgin Galactic untuk transportasi luar angkasa. Virgin Galactic menyediakan wahana antariksa suborbital untuk kepentingan wisata luar angkasa serta meluncurkan wahan suborbital untuk misi sains luar angkasa dan satelit-satelit kecil.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya