Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aktivitas Ramadan Di Malaysia (http://www.malaysia-chronicle.com/)
Dream - Kalangan pebisnis di sektor wisata sangat yakin Ramadan kali ini bakal memberikan keuntungan lebih besar dari sebelumnya. Alasannya sederhana, bulan puasa kali ini bertepatan dengan libur panjang sekolah baik di dalam maupun luar negeri.
Bisnis wisata muslim diperkirakan bernilai US$ 140 miliar pada tahun 2013 atau sekitar 13 persen dari total wisata global. Diperkirakan dalam tujuh tahun ke depan akan tumbuh hingga US$ 200 miliar. Wisatawan dari wilayah Teluk menyumbang 37 persen dari pengeluaran wisata global.
Kepala Eksekutif Crescentrating, Fazal Bahardeen seperti dikutip Dream dari laporan thenational.ae, Selasa, 10 Juni 2014, memperkirakan setidaknya akan ada tiga negara Muslim yang bakal mendapatkan untung besar dari bisnis Ramadan kali ini.
Crescentrating memperkirakan Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab adalah tiga tujuan wisata syariah terbaik di tahun 2014. Menjadi tujuan wisata teratas selama empat tahun terakhir, Malaysia memang sudah terbiasa mengakomodasi kebutuhan puasa wisatawan selama Ramadan. Kemudahan para turis Muslim mendapatkan restoran halal dan ruang shalat di lokasi-lokasi wisata penting menjadikan Malaysia sebagai tujuan wisata halal terbaik.
'Peningkatan jumlah tujuan wisata dibarengi dengan kemampuan menyesuaikan layanan berbasis agama yang unik dari wisatawan Muslim," katanya.
Itu artinya, semakin banyak dapur hotel di Malaysia yang memiliki sertifikasi halal sehingga jumlah hotel yang menyuguhkan masakan halal juga meningkat.
Meskipun panas dan kelembaban tinggi menjadi tantangan tersendiri selama musim panas di bulan Ramadan di Malaysia, lokasinya yang dekat khatulistiwa membuat siang hari lebih pendek. Hal ini menjadi bonus tersendiri bagi turis Timur Tengah yang menjalankan puasa di Malaysia.
Salah satu daya tarik wisata syariah yang bakal disuguhkan oleh Malaysia adalah malam bazaar Ramadan, di mana para penjaja makanan tradisional berjualan makanan pembuka puasa.
Sementara Turki yang menjadi tujuan wisata halal terbesar kedua siap menyambut turis untuk menikmati keramaian Ramadan dan Idul Fitri di negara seribu menara itu. Mustafa Özdemir, atase kebudayaan dan informasi Turki di Uni Emirat Arab mengatakan pengunjung bisa ikut terlibat dalam kegiatan Ramadan, seperti buka puasa bersama yang di Turki dikenal sebagai iftar.
" Banyak restoran siap dengan menu khusus untuk berbuka puasa bersama. Mereka mempersiapkan makanan khas Turki seperti kebab, makanan penutup tradisional baklava, dan gullac atau hidangan khusus yang hanya disajikan selama bulan Ramadan," kata Özdemir.
Bukan hanya negara-negara Islam yang melayani kebutuhan turis Muslim yang berpuasa selama Ramadan. Annique Labuschagne, manajer pemasaran VisitBritain untuk kawasan Teluk, mengatakan budaya Inggris yang beragam membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk berkunjung selama Ramadan.
" (Ada) banyak pilihan restoran halal dan akomodasi yang dimiliki atau dijalankan oleh Muslim. Semua menawarkan tradisi buka puasa dan makan sahur selama bulan Ramadan. Di samping itu, layanan dan fasilitas, seperti masjid ada di hampir semua kota besar di Inggris. Termasuk ruang shalat di bandara, universitas dan fasilitas umum lainnya," jelasnya.
Komunitas Muslim Eropa terbesar ada di Inggris. Menurut Labuschagne, London menjadi tempat bertemunya berbagai budaya di dunia dan memiliki 'Kampung Arab' yang tersebar di daerah Bayswater, Edgware Road, Kensington, Westbourne Grove dan Shepherd Bush.
Hotel di London, dan hampir seluruh Eropa, juga mengakomodasi kebutuhan pasar wisata yang sedang tumbuh ini. Hotel The Dorchester di London menyediakan staf yang bisa berbahasa Arab dan melakukan pergantian jam kerja selama bulan Ramadan untuk mengakomodasi permintaan makan sahur para tamu yang berpuasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya