Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisata Syariah
Dream - Bulan puasa tahun ini bakal membawa keceriaan lebih besar bagi para pebisnis. Melihat dari waktunya, Ramadan kali ini kemungkinan jatuh pada musim liburan sekolah. Periode ini menjadi waktu paling sibuk bagi pelancong sekaligus penyedia pariwisata yang mengharapkan adanya peningkatan jumlah tamu menjelang Bulan Suci.
Sudah menjadi kebiasaan jika muslim liburan sekolah seringkali dimanfaatkan keluarga muslim untuk melakukan umroh. Dengan jadwal libur sekolah yang bertepatan dengan bulan Ramadan, peluang kenaikan jumlah jamaah memang tak terelakkan.
Maskapai penerbangan, hotel dan bahkan otoritas pariwisata pun berlomba menawarkan waktu berlibur dan fasilitas yang fleksibel. Tak hanya itu, para penggiat wisata ini juga sibuk menggelar festival dan acara budaya untuk menarik wisatawan.
Namun manajer penjualan asal Maroko Madiha Zoubiri akan melakukan hal seperti kebanyakan warga Abu Dhabi lainnya saat Ramadan. Dia memilih untuk tidak bepergian selama bulan Ramadan.
" Bagi saya, liburan adalah waktunya istirahat dari segala aktivitas kerja," katanya. " Jika saya berpuasa, saya tidak akan mampu melakukan semua kegiatan yang saya ingin lakukan sebagai turis, seperti jalan-jalan, mengunjungi museum, atau pergi ke pantai."
Pasar wisata Muslim diperkirakan bernilai US$ 140 miliar pada tahun 2013 atau sekitar 13 persen dari total wisata global. Diperkirakan bisnis ini akan tumbuh hingga US$ 200 miliar pada 2020. Wisatawan dari wilayah Teluk menyumbang 37 persen dari pengeluaran wisata global.
Menurut survei otoritas wisata Crescentrating, Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab adalah tiga tujuan wisata syariah terbaik tahun 2014. Menjadi tujuan wisata teratas selama empat tahun terakhir, Malaysia terbiasa mengakomodasi kebutuhan puasa wisatawan mereka selama Ramadan. Kemudahan para turis Muslim mendapatkan restoran halal dan ruang shalat di lokasi-lokasi wisata penting menjadikan Malaysia sebagai tujuan wisata halal terbaik.
" Peningkatan jumlah tujuan wisata dibarengi dengan kemampuan menyesuaikan layanan berbasis agama yang unik dari wisatawan Muslim," kata Fazal Bahardeen, kepala eksekutif Crescentrating seperti dikutip Dream dari laman thenational.ae. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya