Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasar Properti Di Timur Tengah
Dream - Bank sentral Uni Emirat Arab memperingatkan pasar real estat negara Arab yang terlalu " panas" . Hasil sewa perumahan di Dubai dan Abu Dhabi menunjukkan ketidakseimbangan tumbuh karena terlalu cepat.
Bank sentral tersebut memberikan peringatan tersebut melihat lonjakan harga properti yang terlalu tinggi. Rata-rata hasil sewa di Dubai dan Abu Dhabi saat ini sekitar 70-130 basis poin di bawah rata-rata historis.
" Ini mengindikasikan ketidakseimbangan tumbuh-overheating di pasar real estat," ungkap Bank Sentral dalam laporan stabilitas keuangan tahunan yang dikutip dari Arabian Business, Senin 8 Juni 2014.
" Pemantauan pembangunan di pasar real estat Uni Emirat Arab dan eksposur bank menjadi prioritas stabilitas keuangan," tambah laporan tersebut.
Harga rumah di Dubai sempat mengalami masa suram pada tahun 2008 lalu. Kemudian melonjak pada Januari-Maret hingga 27,7 persen. Pada saat yang sama, harga sewa rumah naik 30 persen, bahkan hingga dua kali lipat di beberapa kawasan elit di Dubai.
Bulan lalu, IMF mengingatkan pemerintah Dubai karena besarnya utang yang mencapai US$ 50 miliar pada tahun 2016 nanti akibat spekulasi di sektor ini. Namun, Bank Sentral menyampaikan pemulihan pasar properti saat ini tidak disertai dengan pertumbuhan kredit. Saat ini pinjaman untuk sektor ini sekitar 23 persen dari pinjaman keseluruhan.
Pinjaman real estat pada tahun 2013 tumbuh di atas 10 persen atau 1 persen lebih tinggi dari pertumbuhan total kredit secara keseluruhan.
Pinjaman bank untuk sektor properti juga meningkat 12 persen atau mencapai AED 12,7 miliar pada tahun 2013. Meski pinjaman ini diakui bukan pendorong yang signifikan dari harga properti.
" Dana yang disediakan perbankan hanya untuk membiayai pembelian kurang dari 30 persen dari properti hunian pada 2013," ujar bank sentral.
Analisis bank ini menggambarkan bahwa pertumbuhan sektor properti di negara Arab berasal dari pendanaan eksternal. Namun, untuk mencegah pecahnya gelembung harga properti secara mendadak maka bank sentral UEA akan menerapkan aturan baru guna menciptakan keseimbangan dan kekuatan dalam sistem perbankan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya