Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham Di Dubai
Dream - Sehari usai debat perdana Capres-Cawapres 2014, bursa saham Indonesia langsung bergerak positif. Penguatan ini juga didukung oleh sentimen regional yang melaju di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 13 poin (0,28%) ke level 4.899. Tak butuh waktu lama bagi IHSG untuk kembali menembus level 4.900.
Penguatan IHSG menular pada indeks bursa saham lainnya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISS) sesi awal perdagangan ini langsung melaju dalam tren menguat.
Hingga perdagangan pukul 9.35 WIB, Indeks ISSI menguat 0,75 poin (0,46%) ke level 161,61. Penguatan ini ditopang oleh naiknya harga saham dari 109 emiten sementara 35 lainnya merosot di zona merah.
Transaksi perdagangan saham sesi pagi ini melibatkan 3,22 miliar saham dengan nilai Rp 296,58 miliar.
Tak jauh berbeda dengan ISSI, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melaju di zona hijau. Indeks ISSI saat ini menguat 3,37 poin (0,51%) ke level 662,36.
Sebanyak 22 emiten membantu indeks JII kembali ke zona hijau sementara hanay 6 saham yang mengalami koreksi harga.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menjelaskan, gerak IHSG beberapa hari terakhir memang diwarnai aksi jual pemodal asing. Bahkan tekanan jual sudah terlihat sejak Kamis, 5 Juni lalu.
Beberapa motif yang mungkin menjadi latar belakangnya adalah masalah defisit neraca perdagangan, tekanan jual 'standar' menjelang Piala Dunia, atau tekanan jual menjelang Debat Capres.
" Pada hari ini, sehari setelah Debat Capres, pelaku pasar akan menyaksikan apakah memang Debat Capres yang dinanti oleh market, ataukah bukan," katanya.
Dia menambahkan, penentu kesuksesan debat capres dalam mempengaruhi pasar bisa dilihat dari dua variabel yaitu aliran dana asing dan kemampuan IHSG untuk berhasil ditutup menembus resisten pertama di 4925.
" Jika pada perdagangan hari ini pemodal asing kembali melakukan net buy dan IHSG mampu bergerak naik dan ditutup diatas resisten 4925, berarti memang pasar sedang menunggu hasil dari Debat Capres tersebut," ujarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya