Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pencari Kerja
Dream - Tugas bagian Sumber Daya Manusia atau akrab disebut Human Resources Development (HRD) di sebuah perusahaan tidaklah mudah. Di pundaknya, HRD harus menghadapi pencari kerja dari berbagai latar belakang dan melakukan tes wawancara berulang-ulang.
Setiap individu memang memiliki karakter yang berbeda. Tetapi ada beberapa karakteristik umum yang dimiliki pencari kerja, sehingga HRD perusahaan tidak terlalu menyukainya.
Mengutip laman Emirate247, Rabu, 9 Juli 2014, berikut adalah tiga tipe pencari kerja yang paling tidak disukai perusahaan, sehingga sering kali gagal setelah menjalani tes wawancara pertama:
1. Tipe sok tahu
Kita semua perlu belajar setiap hari dan tumbuh sebagai individu yang profesional. Namun, ada beberapa pencari kerja yang mengaku, atau setidaknya memberikan kesan, bahwa otak mereka dapat mengakomodasi semua pengetahuan di dunia ini. Sehingga tidak ada ruang untuk memperbaiki atau belajar.
Pencari kerja semacam ini merupakan tipe pertama yang tidak akan pernah lagi mendengar panggilan untuk tes selanjutnya. Perusahaan mencari pekerja yang manusiawi dan mau mengakui kekurangan dan kesalahannya.
Bagi mereka yang percaya bahwa dirinya 100 persen bisa bekerja di segala kondisi dianggap terlalu percaya diri atau pembohong besar.
2. Tipe tersesat di hutan
Ini tipe pencari kerja yang sangat bertolak belakang dengan tipe pertama. Inilah pencari kerja yang benar-benar tidak mengerti tentang dirinya. Mereka tidak yakin tentang pekerjaan yang dilamarnya, tipe pekerjaan apa yang akan dihadapinya, tidak yakin dengan kemampuan dirinya atau bahkan tidak memahami model bisnis dari perusahaan tempat mereka ingin bekerja.
Sama seperti dalam kategori pertama, kandidat ini sangat tidak mungkin untuk dipanggil kembali oleh perusahaan.
3. Tipe generik
Pencari kerja mengurangi peluang mereka sendiri untuk direkrut dengan menjadi terlalu umum. Seorang pencari kerja harus bisa meyakinkan perusahaan bahwa dirinya adalah sosok yang cocok untuk pekerjaan yang tengah diiklankan. Mengirim atau menyebar puluhan lamaran pekerjaan bukanlah langkah yang tepat. Carilah pekerjaan yang paling sesuai dengan Anda, setelah itu perbaiki CV dan buat surat lamaran yang paling meyakinkan.
Begitu dipanggil untuk wawancara, pastikan untuk menunjukkan prestasi dan keterampilan yang bisa menambah nilai bagi perusahaan kepada pewawancara. Buat mereka yakin bahwa Anda adalah kandidat yang paling cocok untuk pekerjaan yang sedang lowong atau diiklankan.
Sementara itu, mereka yang menggunakan satu pendekatan saja untuk berbagai jenis pekerjaan hanya akan kalah dalam pencarian kerja mereka. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya