Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Percetakan Uang Oleh Perum Peruri
Dream - Kekhawatiran beredarnya uang palsu selama musim Lebaran tahun ini sedikit berkurang. Bank Indonesia (BI) menjamin tren peredaran uang palsu saat ini terus menurun.
Mengutip laporan Merdeka.com, Selasa, 8 Juli 2014, Direktur Eksekutif Bidang Komunikasi BI, Tirta Segara memastikan situasi pada 2014 lebih baik terlihat dari penurunan rasio peredaran uang palsu yang menurun selama semester I lalu.
BI mengakui, hari raya telah membuat permintaan uang terus meningkat. Imbasnya, uang palsu yang beredar di masyarakat bisa mencapai 8 lembar per 1 juta lembar uang beredar.
Rasio tersebut belum termasuk peningkatan peredaran uang kertas akibat aktivitas masyarakat menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli, besok.
" Kalau tahun ini cuma 4 lembar per satu juta lembar uang kertas beredar. Jadi tahun ini kita bisa sebut trennya menurun," ujarnya kepada Merdeka.com, di Jakarta, kemarin.
Jika merujuk pada data BI hingga Mei 2014, rasio peredaran uang kertas yang dipalsukan terus meningkat sejak awal tahun. Pada Januari 2014, rasionya 1 lembar uang palsu per sejuta uang lembar beredar, lalu meningkat pada Maret menjadi 3 lembar, dan Mei lalu rasionya 4 lembar per sejuta uang kertas beredar.
Tirta mengklaim berkurangnya peredaran uang palsu berkat kerja sama intensif bank sentral dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal). Lembaga ini beranggotakan BI, Badan Intelijen Negara, Kepolisian RI, Kementerian Keuangan, serta Kejaksaan Agung.
" Ketemu satu lembar pun akan kita cegah, karena itu merugikan masyarakat dan kalau diserahkan ke BI tidak bisa diterima," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya