Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia masih terus melanjutkan rally sehari jelang Pemilihan Presiden (Pilpres). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan kembali menembus level 5.000.
Laju penguatan IHSG kali ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di bursa Asia. Pelaku pasar di kawasan ini khawatir Bank Sentral Amerika Serikat akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 8 Juli 2014, IHSG menguat 19,43 poin (0,39%) ke level 5.008,46. Laju kenaikan masih terus berlanjut hingga sesi pembukaan dimana indeks menguat 47,41 poin (0,95%).
Pemodal asing tampaknya tak ingin kehilangan momentum positif dari Pilpres dengan menggelar aksi beli. Di awal perdagangan, asing kembali mencetak nett buy sebesar Rp 200 miliar. Pemodal lokal sendiri mencoba mencari untung dengan menggelar aksi jual senilai Rp 249 miliar.
Euforia Pilpres hampir dirasakan oleh seluruh indeks saham di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga perdagangan pukul 9.37 WIB, terus menguat ke level 165,27. ISSI sempat mencetak posisi tertinggi di level 165,86.
Untuk saat ini, sebanyak 58 emiten syariah masih bergerak menguat sementara 66 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencetak angka Rp 1,05 triliun.
Kenaikan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Inde (JII) yang menguat 6,2 poin (0,91%) ke level 685,61. Sebanyak 14 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan 13 lainnya melemah.
Indeks JII bahkan sempat menyentuh level tertingginya di level 687,48.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai rally Pilpres muncul dalam intensitas yang lebih kuat. Namun, besarnya aliran dana asing terlihat masih belum terlalu besar sehingga tak bisa menjadi indikasi pemenang dari Pilpres kali ini.
" Pemodal sebaiknya tetap berhati-hati pada sore hari hingga sesi penutupan nanti untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi profit taking," katanya.
Tidak seperti Pilpres sebelumnya dimana pasar akan beraksi positif siapapun pemenangnya, kali ini salah satu calon sepertinya bakal tetap direspon lebih positif oleh pasar, dibandingkan dengan calon yang lain.
Pemodal, ujar Satrio, sebaiknya mengambil posisi yang sekiranya cukup aman dan tidak terlalu berlebihan, mengingat hasil dari pemilu kali ini, hingga saat ini sepertinya masih terlalu sulit untuk diperkirakan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya