Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat, Bursa Saham RI Meroket Jelang Pilpres

Reporter : Syahid Latif
Senin, 7 Juli 2014 16:19
Indeks Syariah Menguat, Bursa Saham RI Meroket Jelang Pilpres
Pelaku pasar memperkirakan rally Pilpres mulai melanda pasar modal Indonesia. Menguat rupiah serta aksi beli asing membawa indeks menguat signifikan

Dream - Mengakhiri pekan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pelaku pasar modal dihinggapi optimisme tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan melesat dan menatap kembali level 5.000.

Pasar modal Indonesia seolah dipenuhi oleh sentimen rally Pilpres. Masuknya dana asing dalam jumlah besar disertai penguatan rupiah membuat indeks mencetak penguatan terbaik di kawasan Asia.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 7 Juli 2014, IHSG menguat 83,2 poin (1,7%) ke level 4.989,03. Sebanyak 183 emiten beranjak ke zona hijau sementara 131 lainnya terpaksa mengalami koreksi.

Munculnya sentimen rally Pilpres ikut melanda pemodal asing. Pada perdagangan awal pekan ini, asing mencetak nett buy signifikan hingga Rp 771 miliar.

Secara keseluruhan, transaksi perdagangan saham kali ini menyebabkan 67,55 miliar saham beralih pemilik. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 7,6 triliun.

Aura rally Pilpres juga melanda jajaran saham-saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 3,17 poin (1,97%) ke level 164,37.

Sebanyak 131 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 5,26 triliun.

Penguatan signifikan dialami saham-saham unggulan syariah yang tergabung di Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII menguat 15,78 poin (2,38%) ke level 679,4.

Saham keping biru syariah ini tampaknya sedang menjadi incaran para pemodal. Terbukti 27 emiten JII bergerak menguat dan hanya 2 emiten yang terpuruk di zona merah.

Di pekan jelang gelaran Pilpres 9 Juli ini, bursa saham Indonesia bergerak signifikan dibandingkan indeks bursa saham negara-negara kawasan Asia.

Bahkan laju IHSG melawan pelemahan yang dialami indeks saham acuan seperti Hang Seng dan Nikkei yang masing-masing melemah 0,02% dan 0,37%.

Selain pasar saham, sentimen Pilpres juga tengah melanda pasar keuangan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat 195 poin (1,64%) menjadi 11,677 per dolar AS.

Berikut adalah saham-saham bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga tertinggi:

1. INTP, naik Rp 1625 ke level 25.000
2. SMGR, naik Rp 800 ke level 15,925
3. UNVR, naik Rp 600 ke level 30.900
4. PTBA, naik Rp 550 ke level 11.200
5. UNTR, naik Rp 500 ke level 23.650.

(Ism)

Beri Komentar