Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia benar-benar tengah menikmati euforia sentimen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Sehari jelang Pilpres, indeks saham menguat signifikan.
Meski belum ada kepastian siapa calon pemenang Pilpres kali ini, pelaku pasar mencoba mengantisipasi kemungkinan kenaikan indeks yang lebih tinggi.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 8 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35,68 poin (0,72%) ke level 5.024,71.
Transaksi perdagangan saham terbilang fantastis karena mencetak nilai Rp 10,64 triliun. Meski menguat, jumlah emiten yang terkoreksi justru lebih banyak yaitu 190 emiten.
Pemodal asing terlihat antusiasi menyambut gelaran Pilpres kali ini. Asing membukukan nett buy hingga Rp 1,57 triliun, atau lebih dari dua kali lipat dari perdagangan kemarin.
Selain sentimen Pilpres, transaksi perdagangan saham kali ini juga disokong oleh menguatnya nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat 57 poin (0,49%) ke level 11.655 per dolar AS.
Kondisi pasar yang dipenuhi sentimen positif juga membawa dua indeks saham syariah melaju di zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 0,67 poin (0,41%) ke level 165,04.
Sama dengan IHSG, penguatan ISSI kali ini juga dipenuhi dengan koreksi harga saham dari 118 emiten. Tercatat hanya 71 emiten saja yang bergerak di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini melibatkan 55,14 miliar saham dengan nilai menyentuh Rp 6,61 triliun.
Penguatan juga tercatat dalam indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII menguat 3,88 poin (0,57%) ke level 683,28.
Meski dipenuhi euforia Pilpres, pasar masih cukup rasional memilih saham-saham yang potensial. Tercatat hanya 12 emiten syariah yang bergerak naik sementara 11 lainnya masuk ke zona merah.
Berikut adalah saham-saham bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga saham tertinggi:
1. UNTR, menguat Rp 350 ke level Rp 24.000
2. UNVR, menguat Rp 325 ke level Rp 31.225
3. SMGR, menguat Rp 275 ke level Rp 16.200
4. ASII, menguat Rp 150 ke level Rp 7,650
5. JSMR, menguat Rp 50 ke level Rp 6.125
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya