Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Bisa Bekerja Keras Tanpa Mengorbankan Waktu Pribadi?
Dream – Orang harus bekerja keras untuk menggapai kesuksesan. Misalnya, naik pangkat, naik gaji, atau mendapatkan proyek yang menguntungkan, butuh usaha lebih.
Bahkan tak jarang, untuk bekerja keras, pegawai justru melupakan satu hal yang paling penting dalam kehidupannya, yaitu kehidupan pribadi.
Ya, mereka yang bekerja keras—bahkan terlampau keras—acapkali lembur dan sering pulang larut malam. Akibatnya, waktu mereka untuk diri sendiri dan bercengkrama dengan keluarga pun berkurang, padahal bekerja keras tak berarti mengorbankan waktu pribadi.
Ketahuilah Sahabat Dream, sejatinya ada cara-cara yang bisa dilakukan supaya bisa tetap bekerja keras tanpa harus lembur. Bahkan, Anda bisa pulang sebelum jam makan malam.
Dikutip dari The Muse, Selasa 24 Oktober 2017, cara pertama adalah tidak tergoda untuk mengobrol bersama teman selama rapat. Fokuslah kepada rapat dan berikan umpan lambung kepada forum ketika rapat.
Jika ada teman yang mengajak Anda mengobrol, berikan isyarat “ Anda tidak tertarik” dengan menatap layar laptop ketika diajak teman berbicara.
Yang ke dua, tahu waktu untuk berkata “ ya” dan “ tidak”. Menjadi sukarelawan untuk proyek baru atau pekerjaan baru adalah karakteristik yang tak bernilai harganya di dunia kerja. Tentu sikap ini akan membuat Anda disukai oleh rekan kerja dan atasan. Tapi ingat, Anda tidak bisa mengerjakan pekerjaan dalam jumlah yang banyak.
Beban kerja yang banyak akan membuat pegawai tidak bisa mengerjakan tugas dengan sebaik mungkin. Lebih baik mengerjakan tugas yang sedikit, tetapi kualitas tugasnya bagus. Akan lebih baik, tahu kapan harus mengatakan “ ya” dan “ tidak”. Jika mendapatkan tugas yang bukan bagian Anda, lebih baik untuk menolaknya.
Yang ketiga, rutin bertemu dengan pimpinan. Pertemuan dengan bos bisa meningkatkan kualitas karier. Anda bisa mengetahui seberapa besar progress Anda dan mendiskusikan tujuan karier.
Tak hanya itu, Sahabat Dream juga bisa meminta tolong atasan jika mendapatkan pertolongan ketika mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Pertemuan ini bisa memberikan sinyal kepada atasan bahwa Anda peduli dengan pekerjaan dan proyek yang sedang dikerjakan oleh kantor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya