Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sebentar Lagi Bulan Suci Ramadhan Akan Menghampiri Kita (theatlantic.com)
Dream - Sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan menghampiri kita, dan sudah saatnya untuk membuat rencana keuangan. Selain nilai spiritual, hampir semua orang merayakan bulan suci Ramadan dengan cara berbeda-beda. Acara buka bersama dan mengundang teman makan sahur di hari pertama puasa adalah beberapa bentuk perayaan umat Islam dalam menyambut Ramadan.
Meskipun hal tersebut menyenangkan, namun jika terlalu sering dilakukan bisa menyedot anggaran belanja juga. Itulah sebabnya sudah waktunya untuk menyiasati pengeluaran belanja selama bulan Ramadan.
Ada banyak cara agar Ramadan berjalan mulus tanpa mengganggu keuangan, tapi semuanya membutuhkan perencanaan dan pengaturan ulang anggaran. Dan yang paling penting adalah komitmen. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengatur keuangan selama Ramadan.
Berhemat
Jika tahun-tahun sebelumnya sering mentraktir teman atau keluarga buka bersama, maka tahun ini mungkin direm dulu. Buka bersama mungkin dilakukan dua kali saja, minggu pertama dan minggu terakhir. Selain itu jika sering buka puasa di luar, biasakan untuk berbuka di rumah.
Gunakan kalender
Biasanya ada banyak acara di bulan suci Ramadan, mulai dari buka bersama, mengunjungi keluarga, bertemu dengan teman-teman yang pulang kampung, menghadiri acara yang jauh dan sebagainya. Aktivitas tersebut tentu membutuhkan dana, entah untuk transport atau untuk makan-makan.
Dengan menggunakan kalender, pilih acara yang benar-benar penting. Anda tentu tidak mau ketinggalan momen Ramadan saat gaji sudah habis di pertengahan bulan, sementara masih banyak acara yang mesti dihadiri.
Patungan
Masalah keuangan bukan domain seseorang. Orang lain juga mengalami masalah sensitif tersebut. Terlalu sering mengadakan buka bersama dan yang membayari hanya satu orang tentu sangat berat. Kenapa tidak patungan saja?
Selain lebih ringan, patungan bisa meningkatkan tali silaturohim, bukan? Kontribusi rekan dalam menyiapkan acara buka bersama tidak hanya akan menghemat uang, tetapi juga dapat menghemat waktu untuk berbelanja dan memasak.
Gunakan sisa jam kerja
Jam kerja biasanya berkurang selama bulan Ramadhan. Kenapa tidak menggunakan waktu sisanya hingga berbuka puasa untuk melakukan bisnis kecil-kecilan. Selain menambah pendapatan, kesibukan singkat ini bisa menjadi pengalih perhatian di saat tubuh sedang lemas-lemasnya akibat berpuasa.
(Sumber: Gulfnews)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya