Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Direktur PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas), Dani Liharja mengeluhkan sikap kalangan perbankan yang tak memberikan pebisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendapat akses permodalan. Padahal bisnis UMKM saat ini sedang berlari kencang
Selama ini sektor UMKM memang kerap kali mengeluhkan masalah permodalan. Mereka tidak bisa mengakses kredit permodalan karena lasan bank yang menganggap UMKM tak layak mendapat pemodalan (unbankable).
" Sebenarnya UMKM ini tidak unbankable, tetapi tidak pernah mendapatkan kesempatan," kata Dani dalam acara 'Mengembangkan Bisnis UMKM Melalui Fintech' di Jakarta, Jumat, 15 September 2017.
Dani mencontohkan usaha yang dijalankannya berupa penjualan pulsa saat ini justru berjalan lebih kencang. Sejak Mei tahun lalu, mitra kerja yang dimilikinya bahkan sampai mengajukan pinjaman sebanyak 20 kali.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Dani menilai peluang bisnis ini harus mendapat perhatian dari para pelaku bisnis financial technology (Fintech).
" Kami memang melihat ada dua kebutuhan yang harus dipertemukan. Di satu sisi ada orang yang mau uangnya mengendap di bank dan di sisi lain ada orang yang butuh modal untuk mengembangkan usahanya, tapi tak punya akses ke lembaga keuangan formal," kata dia.
Dani mengatakan saat ini ada 56 juta UMKM di seluruh Indonesia dengan berbagai jenis usaha. Dengan layanan jasa keuangan dari fintech peer to peer lending, mereka bisa berkembang.
" Mereka bisa berkembang usahanya karena mudah dan cepat mendapatkan tambahan modal usaha," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya