Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Dream - Anak milenial di dunia, termasuk Indonesia, termasuk salah satu generasi yang tak beruntung. Dengan kondisi ekonomi global yang buruk, peluang untuk menumpuk kekayaan anak kekinian jadi terbatas.
Hal itu terungkap dari laporan Global Wealth Report 2017 yang dikeluarkan Credit Suisse dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 23 November 2017.
" Generasi ini tidak hanya terpukul oleh kerugian modal akibat krisis keuangan global," tulis Credt Suisse dalam keterangannya.
Generasi milenial saat ini menghadapi langsung masalah pengangguran yang timbul setelah krisis, meningkatnya ketidaksetaraan pendapatan serta harga properti yang meningkat. Di beberapa negara, kenaikan utang mahasiswa juga terbilang cukup besar.
Dibandingkan para pendahulunya, anak milenial juga cenderung mendapatkan akses yang lebih sedikit ke dana pensiun daripada para pendahulunya.
Tanda-tanda ketidakberuntungan generasi milenial itu terlihat dari fakta data terbaru AS yang menunjukkan kekayaan rata-rata orang berusia 30-39 adalah sebesar US$ 72.400 pada tahun 2017. Nilai kekayaan itu 46 persen di bawah kekayaan pada usia yang sama dengan mereka yang pada tahun 2017 berusia 40-49. Generasi pendahulu ini bisa mengantongi kekayaan US$ 134.800.
" Data ini mengisyaratkan, milenial berada di posisi awal yang tidak menguntungkan membuat mereka lebih berhati-hati terhadap utang daripada gerenasi sebelumnya," tulis laporan itu.
Namun masih ada generasi milenial yang masih justru mendapat keuntungan dari krisis ekonomi dunia. Ini tercermin dalam gambaran lebih positif yang diperlihatkan milenial di Tiongkok dan juga sejumlah pasar negara berkembang lainnya.
" Meskipun jumlahnya masih sangat kecil, ada juga kenaikan baru-baru ini, secara mutlak, dalam jumlah miliarder muda," ungkap laporan tersebut
Secara keseluruhan, prospek global untuk milenial adalah mereka tidak hanya akan mengalami tantangan yang lebih besar dalam membangun kekayaan mereka di masa depan, namun juga akan terus menghadapi ketidaksetaraan kekayaan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
