Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Menyulap Wisma Atlet Jadi Rumah Sakit Darurat Untuk Pasien Corona.
Dream – Kementerian BUMN bekerja cepat untuk menyulap Wisma Atlet Kemayoran menjadi rumah sakit khusus darurat. Rumah sakit ini akan digunakan untuk menampung pasien terjangkit corona dan orang dalam pengawasan (ODP).
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan dua tower Wisma Atlet akan disulap menjadi rumah sakit corona. Akan ada 2 ribu kamar yang disediakan. Untuk tahap pertama akan disediakan 1.000 kamar terlebih dahulu.
“ Ini kan kerja sama karena yang punya Kementerian PUPR. Lagi diperbaiki fisik dan strukturnya untuk rumah sakit. Nanti beberapa lantai akan digunakan sebagai ruang isolasi,” kata Arya kepada wartawan, ditulis Jumat 20 Maret 2020.
Arya mengatakan puluhan BUMN turun tangan untuk membuat rumah sakit darurat. Misalnya, penggarapan Wisma Atlet menjadi rumah sakit corona dilakukan PT PP Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Wijaya Karya Tbk.
BUMN-BUMN karya ini membagi-bagi pengerjaan per lantai. Biaya pengerjaannya berasal dari pemerintah.
“ Angggarannya sedang dihitung,” kata dia.
Sementara itu, 25 BUMN akan mengadakan peralatan kesehatan, seperti PLN, Pegadaian, Bukit Assam, Pelindo 1 dan 2, Jasa Marga, dan Perusahaan Gas Negara. Menteri BUMN, Erick Thohir, meminta PT Hotel Indonesia (HIN) untuk mengelola rumah sakit darurat itu.
“ Diharapkan dalam beberapa hari ini (Rumah Sakit) Wisma Atlet siap beroperasi. Minggu depan,” kata dia.
Kementerian BUMN, lanjut Arya, sedang menghitung jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
“ Kebutuhannya banyak perawat dan dokter,” kata dia.
Dream - Penelitian terkini menyatakan virus corona baru, SARS-CoV-2, yang muncul di Wuhan, Hubei, China, tahun lalu dan menjadi pandemi di lebih dari 70 negara merupakan produk evolusi alami.
Temuan tersebut diungkapkan dalam jurnal Nature Medicine yang dipublikasikan pada 17 Maret 2020.
Berdasarkan analisis pengurutan data genom publik dari SARS-CoV-2 dan virus terkait, para peneliti tidak menemukan bukti virus itu dibuat di laboratorium atau direkayasa.
![]()
" Dengan membandingkan pengurutan data genom strain virus corona yang sudah diketahui, kita dapat dengan tegas menyatakan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses alami," kata profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research, Kristian Andersen.
Selain Andersen, penelitian berjudul 'Asal Proksimal SARS-CoV-2' itu melibatkan Robert F. Garry dari Universitas Tulane, Edward Holmes dari University of Sydney, Andrew Rambaut dari Universitas Edinburgh, W. Ian Lipkin dari Universitas Columbia.
Virus corona masuk keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang berbeda. Virus corona pertama menimbulkan epidemi Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di China pada 2003.
Wabah kedua terjadi pada 2012 di Arab Saudi dengan munculnya Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS). Kemudian, pada tanggal 31 Desember tahun lalu, muncul wabah virus corona baru yang yang kemudian dinamai SARS-CoV-2.
Tak lama setelah epidemi dimulai, para ilmuwan China mengurutkan genom SARS-CoV-2 dan membuat datanya tersedia bagi para peneliti di seluruh dunia.
Andersen dan kolaborator di beberapa lembaga penelitian lain kemudian menggunakan data pengurutan ini untuk menelusuri asal-usul dan evolusi SARS-CoV-2 dengan memfokuskan pada beberapa fitur khas virus.
Para ilmuwan menganalisis contoh genetik dari protein lonjakan (spike protein), yaitu bingkai di bagian luar virus yang digunakannya untuk menempel dan menembus dinding luar sel manusia dan hewan.
Lebih khusus lagi, mereka fokus pada dua fitur penting dari spike protein: domain pengikat reseptor (RBD), sejenis pengait yang menempel pada sel inang. Juga tapak pembelah, pembuka molekul yang memungkinkan virus untuk membuka celah dan masuk ke sel inang.
Para ilmuwan mendapati RBD dari spike protein SARS-CoV-2 telah berevolusi untuk secara efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia. Bagian ini disebut ACE2, sebuah reseptor yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.
Spike protein SARS-CoV-2 sangat efektif untuk mengikat sel-sel manusia. Bahkan para ilmuwan menyimpulkan itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika.
Bukti evolusi alami ini didukung oleh data tentang tulang punggung SARS-CoV-2 yaitu keseluruhan struktur molekul dari virus tersebut. Jika seseorang berusaha merekayasa virus corona baru sebagai patogen, mereka harus membuatnya dari tulang punggung virus yang diketahui sebagai penyebab penyakit.
Tetapi para ilmuwan menemukan tulang punggung SARS-CoV-2 berbeda secara substansial dengan yang ada pada virus corona sebelumnya. Kebanyakan menyerupai virus yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.
" Kedua fitur virus ini, yaitu mutasi pada bagian RBD dari spike protein dan tulang punggungnya yang berbeda, mengesampingkan adanya manipulasi laboratorium sebagai kemungkinan asal dari SARS-CoV-2," pungkas Andersen.
Sumber: Science Daily
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya