Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasta Gigi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehilangan anak perempuan menimbulkan trauma yang begitu besar pada Monique Altamirano. Sang putri, Denise Saldate, baru saja meninggal dunia karena reaksi alergi parah pada sesuatu yang tak pernah diperkirakan sebelumnya, pasta gigi.
Saldate sebelumnya didiagnosis alergi susu pada usia satu tahun. Sejak itu, keluarganya selalu melakukan screening terhadap apapun yang dikonsumsi Saldate.
Altamirano mengatakan dia selalu membaca daftar bahan dalam tiap produk yang digunakan untuk putrinya.
Ia juga sempat membaca label pasta gigi dan tidak pernah menemukan kandungan susu pada produk tersebut dan menganggapnya aman. Sampai suatu ketika, sang putri yang berusia 11 tahun mengalami masalah pada giginya.
Altamirano pun membawanya ke dokter gigi. Dokter tersebut meresepkan pasta gigi untuk Saldate.
Pasta gigi itu diresepkan oleh dokter gigi Saldate untuk membantu memperkuat enamel giginya. Pada 4 April 2019 malam, Saldate menyikat giginya menggunakan pasta gigi tersebut.
Setelah menyikat gigi, Saldate tampak sesak napas. Saudara perempuannya yang menemani di kamar mandi langsung berlari ke kamar ibunya.

" Bibirnya sudah biru. Aku mengambilnya dan meletakkannya di tempat tidur. Dia berkata, 'Bu, aku tidak bisa bernapas.' Aku berkata, 'Aku mencintaimu. Kamu bisa," ungkap Altamirano seperti dikutip dari Health.com.
Keluarga langsung menghubungi 911. Mereka diminta melakukan CPR karena Saldate kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, paramedis tiba. Saldate dibawa ke RS dengan ambulans, tetapi sayang nyawanya tidak bisa diselamatkan.
" Kami berharap keluarga yang memiliki anak dengan alergi lebih peka, termasuk pengasuh, staf sekolah, bisa menangani kondisi ini dengan lebih serius dan semua barang akan diperiksa bahannya, bahkan barang-barang yang mungkin tampak tidak relevan," kata Altamirano.
Rupanya pasta gigi tersebut mengandung recaldent, bahan yang berasal dari protein susu. Biasanya tertulis di bagian depan dan belakang kemasan.
Sayangnya, sang dokter tak menanyakan riwayat alergi pada ibu Saldate. Ibunya pun tak menyangka pasta gigi tersebut mengandung susu dan merenggut nyawa sang putri. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya