Bahan Pengawet Mayat Ditemukan di Makanan Takjil

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 25 Mei 2018 10:26
Bahan Pengawet Mayat Ditemukan di Makanan Takjil
Para pedagang kebanyakan mengambil makanan dari produsen besar.

Dream - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Surabaya menemukan kandungan boraks dan formalin pada lima jenis makanan takjil di area Monumen Trunojoyo Sampang, Madura, Jawa Timur.

Kepala BBPOM Surabaya, Sapari mengatakan, ada 26 contoh makanan yang diuji saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di Sampang, Kamis, 24 Mei 2018. 

" Jenis makanan itu, krupuk, pentol, pempek, bandeng, dan cincau," kata Sapari, dikutip Dream dari Portalmadura.com, Jumat, 25 Mei 2018.

Sapari berharap, para penjual takjil yang terkandung bahan berbahaya itu tak mengulangi perbuatannya. Mereka juga akan mendapat pembinaan dari pemerintah daerah.

" Jadi, kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengenai temuan ini. Tugas kami, melindungi masyarakat dari obat maupun makanan yang merugikan kesehatan konsumen," ujar dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sampang, Asrul Sani mengatakan, penjual makanan takjil tidak mengetahui bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

" Makanan yang dijual mereka bukan dari hasil produksi sendiri. Melainkan, hanya mengambil barang titipan dari pengusaha lain," kata Asrul Sani.

Formalin yang digunakan dalam makanan sebetulnya merupakan salah satu pengawet yang biasa digunakan untuk pengawet mayat. Sedangkan boraks merupakan campuran pewarna tekstil yang berbahaya terhadap kesehatan. (ism) 

1 dari 2 halaman

26 Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya!

Dream - Badan Pengawas Obat, Kosmetika dan Makanan (BPOM) menemukan 26 jenis kosmetika yang mengandung bahan berbahaya Sepanjang 2017. Temuan tersebut didominasi produk kosmetika dekoratif dan produk perawatan kulit yang mengandung merkuri, bahan pewarna merah K3 dan merah K10.

Ketiga bahan tersebut dapat berefek buruk bagi kesehatan. Merkuri bersifat karsinogenikyang menyebabkan kanker dan teratogenik, pemicu cacat pada janin. Bahan pewarna merah K3 dan merah K10 juga bersifat karsinogenik.

Selain itu, ditemukan pula kosmetika mengandung BKO yang seharusnya tidak diperbolehkan yaitu klindamisin.

“ Seluruh temuan kosmetika mengandung bahan berbahaya telah dilakukan tindak lanjut secara administratif, antara lain berupa pembatalan izin edar, penarikan dan pengamanan produk dari peredaran, serta pemusnahan," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, beberapa hari yang lalu.

Penny mengatakan kosmetika yang ditemukan memiliki nilai kerugian mencapai Rp20, 4 miliar.

Selain temuan kosmetika berbahaya, BPOM juga menemukan beberapa produk obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Selama periode Desember 2016 hingga November 2017, BPOM menemukan 39 obat tradisional yang mengandung BKO. 28 di antaranya obat tersebut tidak memiliki izin edar BPOM.

BKO yang teridentifikasi dalam produk Obat tradisional tersebut didominasi oleh Sildenafildan turunannya yang berisiko dapat menimbulkan efek kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, hingga kematian. BKO lainnya yang juga ditemukan adalah pereda nyeri seperti Fenibutazon.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap produk obat tersebut, BPOM merilis aplikasi bernama Public Warning Obat Tradisional

“ Aplikasi ini merupakan program atau aplikasi berbasis Android yang berisi daftar produk OT yang dinyatakan berbahaya melalui public warning Badan POM RI. Aplikasi ini akan memudahkan masyarakat dalam memilih produk OT yang aman untuk mereka konsumsi," kata Penny.

Dikutip dari BPOM, ini daftar 26 produk kosmetik mengandung bahan berbahaya:

1. Beauty G Day Cream (Merkuri)
2. Lixiao Night Cream (Merkuri)
3. Rose Night Cream (Merkuri)
4. D'Swiss Night Cream (Merkuri)
5. L'Come Day Ceam (Merkuri)
6. La Widya Collagen Day Cream (Merkuri)
7. Labitha Night Cream (Merkuri)
8. Korean Wid Ya Night Cream (Merkuri)
9. Ozera Nail Polish Color 8 (Merah K10)
10. Ozera Lipstick-29# (Merah K10)
11. Ozera Lipstik-53# (Merah K10)
12. Ozera Lipstik-54# (Merah K10)
13. Ozera Lipstik-57# (Merah K10)
14. Ozera Lipstik-80# (Merah K10)
15. Ozera Lipstik-22# (Merah K3)
16. Ozera Lipstik-66# (Merah K3)
17. Ozera Lipstik-131# (Merah K3)
18. Ozera Lipstik-77# (Merah K3 dan Merah K10)
19. Ozera Lipstik-82# (Merah K3 dan Merah K10)
20. Salsa Meixiie Lip Liner Ungu (Merah K10)
21. Salsa Meixiie Lip Liner Pink Ungu (Merah K10)
22. Salsa Nail Polish 36 (Merah K10)
23. Salsa Nail Polish 38 (Merah K10)
24. Implora Nail Polish 8 mL (color 064), (Merah K 10)
25. Implora Nail Polish 8 mL (color 092), (Merah K 10)
26. Poliekstrak Acne Cream (Klindamisin)

(Sah)

2 dari 2 halaman

Tak Banyak Orang Tahu, Ini Bahaya Minum Teh Saat Perut Kosong

Dream - Teh sebagai salah satu minuman tertua di dunia memiliki banyak khasiat bagi penikmatnya. Terlebih, ketika musim hujan tiba, teh biasa diminum untuk menghangatkan tubuh.

Meski demikian, Sahabat Dream perlu hati-hati jika ingin minum teh ketika perut belum diisi makanan. Alih-alih mendapatkan manfaat, justru akan mendapat risiko bahaya bagi kesehatan tubuh.

Berikut ini bahaya meminum teh dalam kondisi perut masih kosong:

1. Mengganggu Metabolisme

Jika Sahabat Dream minum teh ketika perut kosong, hal yang pertama akan terganggu yakni metabolisme tubuh. Hal itu dapat menyebabkan kandungan teh menjadi asid sehingga proses kimiawi dalam tubuh terganggu.

2. Dehidrasi

Meminum teh ketika perut kosong tidak dianjurkan karena bersifat diuretik dengan kinerja akan menghilangkan air dalam tubuh. Sahabat Dream juga sebaiknya tidak minum teh di pagi hari karena dapat menyebabkan tubuh dehidrasi sepanjang hari jika apabila belum sarapan.

Lebih bahayanya, otot tubuh bisa mengalami kekejangan.

3. Perut Kembung

Jangan campurkan teh dengan susu jika perut Sahabat Dream belum diisi makanan. Kandungan laktosa pada susu bisa menyebabkan kembung dan masalah dalam usus. Yang lebih bahayanya, pertumbuhan bisa mengalami sembelit.

Jika memang Sahabat Dream terbiasa minum teh di pagi hari, maka biasakanlah sarapan terlebih dulu intuk mencegah hal buruk yang akan dialami tubuh.

Selan itu, perhatikan juga takaran gula jika ingin minum teh manis. Jika terlalu manis, hal itu bisa meningkatkan hormon insulin dalam tubuh sekaligus mencetuskan pelbagai masalah kesihatan lain pula.

Sumber: mynewshub.cc

Beri Komentar