Ini Cara Covid-19 Perlemah Imunitas Bumil yang Buat Risiko Kematian Meningkat

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 20 Agustus 2021 19:12
Ini Cara Covid-19 Perlemah Imunitas Bumil yang Buat Risiko Kematian Meningkat
Vaksinasi untuk kelompok ibu hamil harus digalakan untuk menekan risiko penularan dan kematian yang tinggi di Indonesia.

Dream - Virus corona penyebab Covid-19 menunjukkan efek mengerikannay yang mampu melemahkan sistem imunitas ibu hamil. Kondisi inilah yang menyebabkan ibu hamil bisa berada pada kondisi Acute Respiratory Distress Syndrom (ARDS).

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Budi Wiweko SPOG(K) mengatakan kondisi ini menyebabkan risiko kematian pada ibu hamil akibat Covid-19 semakin tinggi. Bahkan dilaporkan telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan wanita tidak hamil.

" Kondisi ini yang menyebabkan risiko kematian ibu hamil akibat COVID-19 meningkat sampai tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil," kata Budi Wiweko.

Merujuk dari Mayo Clinic, Acute Respiratory Distress Syndrome atau ARDS yang dialami ibu hamil selama pandemi COVID-19 merupakan kondisi adanya cairan yang menumpuk pada alveoli atau kantung udara pada paru-paru. Cairan tersebut membuat paru-paru tidak dapat terisi dengan udara yang cukup.

Kondisi itu menyebabkan ibu hamil mengalami kesulitan bernapas hingga sesak napas berat. Karena disebabkan lebih sedikit oksigen yang dapat mengalir pada tubuh ibu hamil.

1 dari 5 halaman

Tingginya Risiko Kematian Bagi Ibu Hamil Akibat Covid-19

Ilustrasi© Merdeka.com

Ketua Umum PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Dr Ari Kusuma Januarto SPOG(K) menambahkan ada sekitar 536 ibu hamil yang terpapar COVID-19. Sebanyak 52 persen di antaranya tidak bergejala.

Menurutnya kondisi ini semakin meningkatkan kemungkinan ibu hamil bisa menularkan maupun ditulari virus corona penyebab Covid-19.

" Ini meningkatkan kemungkinan ibu ini memaparkan atau dipaparkan," ucap Ari Kusuma dalam Deklarasi Percepatan Vaksinasi COVID-19 pada Ibu Hamil, Kamis (19/8/2021).

© Dream
2 dari 5 halaman

Percepatan Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

Ari menambahkan, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menolong ibu hamil dan juga bayi dalam kandungannya. Upaya bersama ini juga bisa membantu menurunkan angka kematian ibu hamil karena Covid-19. 

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait vaksinasi Covid-19 bagi kelompok ibu hamil. Izin tersebut diberikan lantaran ibu hamil dianggap sebagai salah satu golongan yang berisiko terpapar dan bergejala berat.

SE nomor HK.02.01/I/2007/2021 itu ditandatangani oleh Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 2 Agustus 2021 lalu.

" Dengan memberikan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil, artinya kita melindungi keluarga dan generasi mendatang yang akan dilahirkan dari rahim seorang ibu," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kesiapan DKI Jakarta untuk menangani kasus ibu positif COVID-19 untuk persalinan. Bahkan, sejak diresmikannya aturan ibu hamil boleh mendapatkan vaksinasi pada Senin (2/8/2021) lalu, sudah tercatat ada sebanyak 1.754 ibu hamil yang mendapatkan vaksin dosis pertama.

3 dari 5 halaman

Mulai Digelar di Kupang, NTT

Ilustrasi© Freepik.com

Di samping itu, vaksinasi bagi ibu hamil juga sudah mulai digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak enam puluh ibu hamil di Kota Kupang, disuntik vaksin sinovac.

Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat kepada wartawan menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 kematian ibu sudah lebih dari biasanya, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi dengan gencar melaksanakan vaksinasi.

" Saya sedih mendengar banyak sekali ibu-ibu kematiannya itu lebih dari biasanya. Hal karena ada yang kena Covid habis itu sesak nafas, prematurnya banyak sehingga anaknya keluar ibunya meninggal, Ini sedih," ungkapnya saat pers rilis, Jumat (20/8/2021).

Ia mengatakan, masalah stunting dan gizi buruk sudah tinggi ditambah lagi paparan Covid-19, sehingga vaksinasi bagi ibu hamil harus cepat digalakan agar persoalan-persoalan tersebut bisa diminimalisir.

" Saya takut kalau ibu hamil tidak cepat ditangani saya takut stunting itu tambah naik lagi," tambahnya.

© Dream
4 dari 5 halaman

Vaksinasi Ibu Hamil di Manado, Sulut

Tak hanya di DKI Jakarta dan Kupang, vaksinasi Covid-19 terhadap ibu hamil juga mulai digelar di Manado, Sulawesi Utara. Sebanyak 20 ibu hamil mulai disuntik vaksin.

" Sepanjang pandemi Covid-19, data angka kematian akibat penyakit ini menunjukkan kelompok lansia merupakan golongan umur yang paling terdampak," sebut Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPH, saat keterangan pers.

Ia juga menyampaikan, pada perkembangan situasi terkini menunjukkan adanya peningkatan angka kematian pada kelompok usia anak dan juga kelompok ibu hamil/bersalin. Maka pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk segera memberikan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.

" Hari ini telah dilaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil secara nasional yang diikuti secara virtual oleh delapan provinsi termasuk di antaranya Provinsi Sulut," kata dr Steaven.

5 dari 5 halaman

Prioritaskan Vaksin untuk Ibu Hamil

Ilustrasi© Liputan6.com

Pencanangan vaksinasi bagi ibu hamil di provinsi Sulawesi Utara dengan penduduk lebih 2,6 juta jiwa itu dipusatkan di RSUD ODSK.

Sebanyak 8.100 vial vaksin 'Moderna' atau sebanyak 113.400 dosis akan diprioritaskan bagi ibu hamil yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sulut.

Sasaran vaksinasi untuk ibu hamil yang ada di kabupaten dan kota berdasarkan data pusdatin tahun 2021 sebanyak 40.807 orang. Sementara sasaran ibu hamil di Sulut yang akan mendapatkan vaksinasi sebanyak 20.000 orang.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

© Dream
Beri Komentar