Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Red Spirite (NASA-Mirror)
Dream - Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) baru-baru ini membagikan sebuah foto yang diberi nama 'red spirite'. Sekilas foto-foto tersebut mirip invasi serangan objek tak dikenal (UFO) berupa alien.
Saat melihat 'red spirite' pertama kali, kesan pertama yang terlihat adalah kembang api yang menawan di langit biru. Namun saat dilihat secara teliti, gambar yang hadir adalah fenomena alam yang sangat menarik.
Mengutip laman Mirror, red spirite merupakan kilatan cahaya besar namun lemah yang muncul langsung di atas awan badai yang aktif.
Foto menakjubkan tersebut diambil oleh fotografer bernama Stephane Vetter dan menjadi salah satu bagian dari NASA Astronomy Picture of the Day yang dipamerkan 4 Juli lalu.
NASA menjelaskan, foto tersebut diambil menggunakan kamera video sensitif di puncak pegunungan Vosges, Perancis pada 26 Juni 2020 lalu.
Menurut NASA peristiwa menakjubkan itu disebabkan gangguan listrik pada ketinggian 50 hingga 100 kilometer yang berada di Mesophere atau lapisan paling dingin dari atmosfer planet Bumi.
Meskipun red sprite menjadi objek utama foto, akan ditemukan juga beberapa urat cahaya berwarna perak misterius di sebelah kanan gambar.
" Di sebelah kanan, bingkai video, menangkap penampakan musim panas lain dari mesophere,” jelas NASA.
Vena cahaya keperakan adalah awan mesosfer kutub, dikenal sebagai noctilucent atau awan malam yang bersinar. Dikenla juga dengan awan es masih yang masih memantulkan sinar matahari ketika matahari berada di bawah cakrawala.
Ini bukan kali pertamanya NASA menampilkan foto red sprite sebagai Astronomy Picture of The Day. Tahun lalu, NASA mennjukkan foto high definition menakjubkan dari red sprite yang langka. Menunjukkan fisik kilat dengan detail luar biasa.
Penampakan red spiret jelly-fish pertama kali ditunjukkan NASA pada tahun 1886.
(Sah, Sumber: thesun.co.uk)
Dream - Pernahkah kamu membayangkan suasana di luar angkasa? Lalu, bagaimana dengan baunya? Apakah sama dengan di bumi?
Rasa penasaranmu bisa terjawab dengan sebuah parfum ‘Eau De Space’ yang dibuat oleh NASA. Mengapa Badan Antariksa AS itu membuat parfum? Tujuannya, semata-mata agar astronot bisa membiasakan diri dengan bau angkasa sebelum terbang.
“ NASA membuat formula ini berpuluh-puluh tahun lalu untuk melatih dan mempersiapkan astronot terhadap bau angkasa luar. Sekarang saatnya memberi pengalaman tersebut pada semua orang,” ungkap sebuah tulisan di situs penggalangan dana dimana parfum ini diluncurkan, Kickstarter.
Dilansir dari Times of India, parfum ini telah diakui para astronot. Salah satunya adalah Peggy Whitson yang juga mantan anggota International Space Station di tahun 2002 pada CNN ia mengungkapkan bau luar angkasa.
“ Baunya seperti pistol, persis setelah melakukan penembakan,” kata Peggy. Parfum ini dibuat dan dikembangkan oleh Steve Pearce yang juga pemilik Omega Ingredients.
Di wawancara lainnya dengan CNN, product manager Matt Richmond mengatakan, Pearce telah dikontrak NASA untuk membuat parfum tersebut sejak 2008.
Dan ia menghabiskan waktu 4 tahun untuk mengembangkan parfum tersebut.
Setelah melihat antusiasme masyarakat pada parfum ‘Eau De Space’, Richmond menyatakan bahwa perusahaannya berencana merilis parfum ’Smell Of The Moon’.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya