Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Umumnya, penyebab diabetes yang kerap disorot adalah faktor genetik. Tapi sebenarnya, diabetes disebabkan banyak faktor, misalnya saja lingkungan sosial.
Pengaruh lingkunagan menyebabkan potensi terkena diabetes lebih besar, baik bagi mereka yang secara genetik punya rentan mengidap penyakit tersebut maupun tidak.

" Yang memiliki keturunan diabetes tipe satu pun hanya akan jadi masalah kalau masyarakatnya kelebihan makanan kurang sehat," ujar Sosiolog Universitas Indonesia, Roby Muhamad, dalam konferensi pers Sun Life Resolution Run 2020 di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa 7 Januari 2020.

Roby Muhamad (tengah) (Dream/ Cynthia Amanda Male)
Roby menambahkan, diabetes berhubungan dengan kondisi sosial.
" Apalagi, diabetes tipe dua. Menurut penelitian, hampir semua keputusan individu dipengaruhi orang lain. Jadi, bukan hanya penyakit menular saja yang bisa menular. Diabetes juga bisa karena perilaku kesehatan," papar dia.
Oleh karena itu, dibutuhkan lingkungan sehat agar efektif memerangi diiabetes maupun penyakit lainnya.
" Percuma, dia berperilaku sehat kalau teman-temannya tidak. Perilaku itu menular. Makanya, yang ditarget sebaiknya jangan individu, tapi komunitas."
Pembentukan komunitas ini dapat menghadirkan keakraban seseorang yang ingin hidup sehat. Sehingga, anggotanya tidak merasa digurui atau menggurui ketika bertukar kritik dan saran.
Dengan cara ini, seseorang akan lebih mudah mencerna dan menjalani hidup sehat.
Kegiatan yang bisa dilakukan oleh komunitas pun beragam. Tidak hanya seminar yang monoton, anggotanya juga bisa melakukan workshop, seperti demo masak makanan sehat.
" Kami berusaha menekankan dengan cara yang menyenangkan, seperti demo masak. Bagaimana cara bikin makanan sehat dengan cara menyenangkan, memilih makanan, mengubah paradigma rasa makanan sehat dan lain-lain," tutur Rudy Kurniawan, Pendiri Komunitas Sobat Diabet.

Roby Muhamad (tengah) (Dream/ Cynthia Amanda Male)
Namun sebelum bergabung dengan komunitas dan mengikuti kegiatannya, kamu harus bisa keluar dari lingkungan yang tidak sehat terlebih dulu.
" Keluar dari lingkungannya bisa dengan mencari lingkungan baru di media sosial. Misalnya, cari komunitas tertentu. Kalau teman offline nggak baik, cari inspirasi dan manfaatkan media sosial untuk keluar dari lingkungan toxic," tutup Roby.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya