Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Mendorong anak agar gemar membaca memang suatu kebiasaan baik. Namun seberapa besar kemampuan anak merespon setiap buku bacaan yang ditemuinya di perpustakaan?
Ternyata sebuah studi terbaru menunjukkan kemampuan respon otak seorang anak lebih cepat saat diajak melakukan kegiatan di luar ruangan, dibandingkan hanya memilih buku dan duduk untuk membacanya. Kesimpulan tersebut tidak terlepas dari kondisi bugar anak yang beraktivitas luar ruangan sehingga dapat merespon informasi lebih cepat
Sekitar 221 anak dari Illinois, Amerika Serikat mengikuti semacam kegiatan ekstrakulikuler bernama FITKids. Kegiatan ini merupakan cara peneliti melakukan pengamatan terhadap anak-anak berusia 7-9 tahun selama 159 hari.
Setiap harinya, anak-anak yang terlibat dalam program ini menghabiskan waktu hingga 70 menit dalam aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat, diberi waktu istirahat dan makan camilan, dan diakhiri dengan permainan yang membutuhkan skill. Program ini menghabiskan waktu sekitar dua jam dan dilakukan setiap hari selepas pulang sekolah.
Sebagai hasilnya, setelah sembilan bulan pelaksanaan program ini anak-anak yang terlibat diketahui lebih bugar dan mengalami peningkatan kognitif.
Selain itu, Professor Charles Hillman yang merupakan ketua tim peneliti dari University of Illinois menyebut anak-anak ini juga memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik. Hal tersebut membuat mereka membaca lebih lancar, bahkan mampu menemukan kesalahan tata bahasa pada bacaannya.
"Ini artinya aktivitas fisik berdampak langsung terhadap kesehatan otak. Bila ini benar, berarti kalau kita mengurangi aktivitas mereka dalam sehari saja, maka akibat yang muncul justru yang tidak kita inginkan," ucapnya seperti dikutip dari Edutopia, Senin 6 Oktober 2014.
Prof Hillman mengatakan tiap anak direkomendasikan untuk aktif bergerak setidaknya satu jam dalam sehari. Sehingga membiarkan anak berada dalam ruangan cenderung membuatnya mudah bosan sehingga berpengaruh pada kemampuan kongitifnya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS