Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Al Arabiya)
Dream - Penelitian di Spanyol baru-baru menunjukkan, diet Mediterania dengan kacang dan minyak zaitun dapat membantu meningkatkan memori orang lanjut usia.
Sementara penelitian sebelumnya telah mengaitkan diet Mediterania untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, serta kemungkinan terhindar terkena penyakit Alzheimer.
Dalam penelitian ini, Dokter Emilo Ros dari Hospital Clinic, Barcelona berusaha membangun hubungan yang lebih kuat antara diet Mediterania dan fungsi kognitif yang lebih baik.
Emilo dan timnya secara acak memilih 447 orang lanjut usia berisiko penyakit kardiovaskular untuk menjalani salah satu dari tiga diet: diet Mediterania dilengkapi dengan satu liter minyak zaitun selama seminggu, diet Mediterania dilengkapi dengan 30 gram kacang per hari, dan diet rendah lemak.
Berdasarkan tes fungsi otak yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian, kelompok yang mengkonsumsi makanan rendah lemak memiliki penurunan memori dan fungsi kognitif yang signifikan.
Kelompok yang menjalani diet Mediterania dengan kacang memiliki perbaikan memori yang signifikan, sedangkan kelompok yang menambahkan minyak zaitun mengalami fungsi kognitif lebih baik secara signifikan.
" Penelitian kecil ini menemukan bahwa diet Mediterania, yang rendah sumber hewani seperti daging dan mentega namun tinggi sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, ketika ditambah dengan minyak zaitun atau kacang telah dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik," Samantha Heller, ahli gizi di New York University, namun tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan.
Heller menambahkan, otak terdiri dari 70 persen lemak yang diperoleh dari makanan. Salah satu bentuk lemak dalam otak adalah oleic acid, sebuah lemak tak jenuh yang banyak ditemukan di kacang, minyak zaitun, biji bunga matahari dan alpukat.
Sementara asam lemak omega-3 juga penting untuk kesehatan otak, dan ditemukan pada ikan, kenari dan makanan berbahan kedelai. Riset ini telah dipublikasikan pada 11 Mei di JAMA Internal Medicine.
(Sumber: Al Arabiya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya