CONNECT WITH US!

Salah Posisi Bercinta, Awas Cedera!

Reporter : Kusmiyati | Rabu, 13 Mei 2015 19:05

Dream - Meski tak memiliki tulang, alat kelamin pria juga bisa cedera. Hal mengerikan ini terjadi akibat salah posisi saat bercinta.

Hal ini diungkapkan Urolog di New York Presbyterian-Weill Cornell Medical Center, Darius Paduch, dikutip Askmen, Rabu 13 Mei 2015.

" Keadaan yang menyebabkan patahnya penis atau fraktur penis terjadi ketika wanita aktif berada di atas pria. Atau ketika wanita sedang duduk di meja dan pria itu sedang menghadapnya kemudian tiba-tiba mendorong penisnya ke meja secara sengaja maka dapat menyebabkan penis patah," ujar Paduch.

Fraktur atau patah pada penis menurut Paduch memang jarang ditemukan. Namun kondisi ini benar-benar bisa terjadi.

Ketika patah tulang penis terjadi kondisi traumatis ke corpus cavernousum yaitu lapisan silinder dari penis. Korpus cavernousum mengandung jaringan ereksi spons (pemegang oeranan penting selama ereksi). Penis tidak memiliki tulang namun ada suara retak dan rasa sakit yang menyebabkan memar dan bengkak, kadang-kadang muncul di uretra.

Kerusakan pada uretra itu sendiri adalah jenis fraktur penis yang lebih parah dan membutuhkan tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Fraktur penis biasanya terjadi ketika penis menyerang tulang kemaluan atau perineum pasangan selama aktivitas seksual. Berguling di tempat tidur dengan penis ereksi di tengah malam, masturbasi dan tergesa-gesa mengenakan pakaian saat penis ereksi menjadi penyebab dari fraktur penis.

Fraktur penis paling sering terjadi ketika posisi seksual dengan wanita berada di atas, saat ereksi di posisi ini dapat menyebabkan penis cedera. Dalam keadaan penis lemas tidak berereksi maka tidak akan terjadi fraktur penis.

" Pria perlu tahu bahwa ini tidak dapat diobati dengan es atau Tylenol," ujar Paduch. Saat terjadi fraktur penis, seringkali Mr. P membentuk seperti huruf S. Saat pemeriksaan dokter dapat merasakan adanya pembekuan darah dan pecah. Memar dapat terjadi di bagian perut bawah, skrotum dan di sekitaran penis.

Untuk mengobati fraktur penis, pembedahan mungkin pilihan terbaik. Salah satu studi menunjukkan bahwa sembilan orang yang dirawat melakukan pembedahan dengan hasil sukses yang ditunjukan dengan ereksi dapat normal setelah operasi.

Selama masa pengobatan pasien diberikan obat penenang agar tidak terjadi ereksi. Kabar baiknya adalah bahwa fraktur penis jarang terjadi, 90 persen pria tidak memiliki masalah dengan fraktur penis, tetapi lima persen memiliki kurva kemungkinan merasakan penis patah.

Cedera penis bisa berlangsung sekitar enam minggu baru kemudian bisa kembali melakukan hubungan seks dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. (Ism)



Pengakuan Ashanty Hampir Berpisah Dari Anang Hermansyah