JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Penyakit TBC/ Foto: Shutterstock
Dream - Penyakit tuberculosis (TBC) termasuk penyakit menular teratas di dunia. Diperkirakan 1,5 juta meninggal tiap tahunnya karena penyakit yang disebabkan bakteri bernama mycobacterium tuberculosis ini.
Selama ini TBC dianggap hanya bisa berdampak pada paru-paru. Faktanya, dikutip dari TBfacts.org, juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh termasuk kelenjar getah bening, otak, ginjal, usus atau tulang.
Sebenarnya, penyakit menular ini sudah ada vaksin dan obatnya. Memang, pengobatannya memakan waktu cukup lama, sekitar enam bulan. Banyak yang belum tahu mengapa pasien TBC harus menjalani terapi obat hingga setengah tahun.
Lalu apa sebabnya? Bakteri TBC mati dengan sangat lambat, sehingga obat harus diminum selama beberapa bulan. Bahkan ketika pasien mulai merasa lebih baik, mereka kemungkinan besar masih memiliki bakteri yang hidup di dalam tubuh.
Untuk itu pasien perlu terus minum obat sampai semua bakterinya mati. Semua obat yang diresepkan dokter harus diminum selama pengobatan TB. Jika hanya satu atau dua obat TB yang diminum maka hanya beberapa bakteri yang dapat mati.
Pasien dengan penyakit TB aktif harus menerima setidaknya tiga obat sebagai pengobatan TB awal mereka. Kurang dari tiga obat dapat mengakibatkan perkembangan bakteri yang resistan terhadap obat.

Jika seorang pasien gagal dalam pengobatan, ini berarti mereka mengalami gejala TB lagi, atau gejalanya tidak hilang sama sekali. Jika ini terjadi maka harus dikonsultasikan ke dokter tentang penggantian obat.
World Health Organisation (WHO) merekomendasikan pasien TBC harus menjalani pengobatan selama enam bulan. Ini terdiri dari fase intensif dua bulan diikuti oleh fase lanjutan empat bulan. Disarankan agar pasien meminum obat TBC setiap hari selama enam bulan untuk memastikan bakteri mati.
Baca baca informasi selengkapnya seputar TBC di Ayotosstbc.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
