Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vitamin (Foto: Shutterstock)
Dream - Suplemen atau multivitamin selalu jadi andalan untuk membuat tubuh tetap fit. Terutama saat menjalani ibadah puasa seperti sekarang. Jika sesekali mengonsumsinya tidak masalah, tapi jangan terlalu sering.
Sebuah studi di jurnal American Medical Association pada 2016 melaporkan orang Amerika menghabiskan lebih dari 30 juta dolar dalam setahun untuk suplemen. Kebanyakan dari orang dewasa mengonsumsi suplemen dalam waktu 30 hari.
Mereka biasanya secara rutin mengonsumsi lebih dari satu suplemen sehari bahkan beberapa mengonsumsi secara berlebihan.
Para peneliti mengetahui bahwa orang yang mengonsumsi vitamin dan mineral dari makanan biasanya akan hidup lebih lama dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Namun, saat nutrisi tersebut disajikan dalam bentuk pil, efek yang diberikan belum tentu sama.
Contohnya, sebuah studi pada 2015 menemukan bahwa konsumsi suplemen diet tidak dapat menurunkan risiko kanker. Beberapa studi lain juga termasuk studi dalam jurnal The American College of Cardiology menemukan bahwa suplemen regular tidak memiliki efek apapun pada kesehatan jantung atau risiko kematian dini.
" Kami menemukan efek netral. Dengan kata lain hal ini tidak memiliki pengaruh apapun," kata Professor Medicine and Nutritional Sciences Unniversitas Toronto David Jenkins dikutip dari Health.
Jika mengonsumsinya secara berlebihan, maka bisa muncul keluhan. Misal, konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat membuat kram perut dan diare.
Konsumsi dosis tinggi lainnya dari vitamin A, vitamin D, dan nutrisi lain dapat menyebabkan komplikasi serius dalam jangka panjang seperti masalah ginjal atau liver bahkan penyempitan pembuluh darah.

" Kami mempelajari hal penting bahwa saat kita mengisolasi nutrisi dari makanan dan menaruhnya jadi dosis tinggi dalam suplemen. Hal tersebut mungkin dapat memberikan dampak yang tidak diharapkan," kata Beth Kitchin.
Lalu, suplemen yang memiliki kandungan kafein dan ragi beras memiliki potensi berbahaya meski dalam dosis rendah. Beth juga mengatakan bahwa konsumsi suplemen dosis yang tepat. Untuk itu sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.
(Sah, Laporan Khairuni Cesario/ Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya