Gagal Ginjal Jadi Penyebab Kematian Ke-6 Tertinggi di Dunia

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 13 Maret 2020 10:48
Gagal Ginjal Jadi Penyebab Kematian Ke-6 Tertinggi di Dunia
Pemicunya utamanya adalah hipertensi dan diabetes.

Dream - Ginjal merupakan organ ekskresi dalam tubuh manusia, berfungsi sebagai penyaring kotoran atau racun dari darah, yang nantinya akan dibuang dalam berbentuk cairan atau biasa disebut dengan urin.

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia, yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret 2020, Kementerian Kesehatan melakukan konferensi pers dengan tema " Ginjal Sehat Untuk Semua" , di Kantor Kementrian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Kamis 12 Maret 2020.

" Jadi Hari Ginjal Sedunia setiap tahunnya diinisasi oleh International Nephrology Association yang merupakan Ahli Neufrologi Sedunia juga Perhimpunan Yayasan Ginjal Sedunia," kata dr. Pringgodigdo Nugroho, yang tergabung dalam Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI)

Tujuan dari diadakannya Hari Ginjal Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran soal kesehatan ginjal. Faktanya, jumlah penderita gagal ginjal di dunia cukup tinggi.

" Dari International Society of Nephrology, 650 juta orang di dunia terkena penyakit ginjal, Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan penyebab ke-6 kematian di dunia dengan jumlah 2,4 juta kematian, sementara Gangguan Ginjal Akut (GGA), ini biasanya terjadi pada pasien-pasien kritis, di ICU gitu ya, ini dialami oleh 13 juta penduduk di dunia, dengan total kematian 1,3 juta," ucap dr. Pringgo.

 

1 dari 5 halaman

Jadi Penyebab Kematian Tertinggi ke-13 di Indonesia

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Institute for Health Metric and Evaluatio (IHMEl), Global Burden Disease, dari total kematian sebanyak 1,5 juta, penyakit gagal ginjal kromis menempati urutan ke-13 penyebab kematian, yaitu sebesar 35 ribu, atau 2% dari total kematian.

" Dari Penyakit Ginjal Kronik ini bisa progresif berlanjut jadi Gagal Ginjal, sehingga ginjal tidak bisa berfungsi lagi, jadi tidak bisa membuang racun, menjaga keseimbangan elektrolit dan memproduksi hormon-hormon yang penting," ujar dr. Pringgo.

Hormon-hormon yang dihasilkan ginjal antara lain eritroprotein. Hormon ini berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang.

Ada juga hormon renin yang berfungsi untuk mengatur tekanan darah di dalam tubuh. Lalu ada juga hormon kalsitriol, berfungsi untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, serta mempertahankan kalsium di dalam tulang.

 

2 dari 5 halaman

Pemicu Utama Gagal Ginjal

Pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal, harus menjalani pengobatan rutin. Salah satunya adalah dengan cuci darah.

 Tak Disangka, 3 Hal Ini Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi© MEN

" Pasien menjalani hemodialisis atau cuci darah, pasien-pasien tersebut ditanya penyebabnya apa sih, lalu berdasarkan data Indonedia Renal Registry 2017 ini, penyakit ginjal karena hipertensi, dengan angka 36%, yang kedua karena diabetes sebesar 29%," kata dr. Pringgo.


Laporan: Raissa Anjanique Nathania

3 dari 5 halaman

Tanda-Tanda Kamu Tipe Orang Berisiko Terkena Penyakit Ginjal

Dream - Penyakit ginjal merupakan salah satu penyebab kematian yang sering kali tak terdeteksi oleh penderitanya. Mereka yang menderitakan penyakit ini memiliki risiko mengalami kematian 8-10 kali lipat dibandingkan orang sehat. .

Ketua Umum PB PERNEFRI, Aida Lydia, menjelaskan penyebab kematian akibat penyakit ginjal umumnya terjadi karena si penderita tidak melakukan deteksi dini sebelumnya. Mereka biasanya baru mengetahui penyakit ini saat merasakan sakit yang teramat perih.

Deteksi dini penyakit ginjal sebetulnya cukup mudah dilakukan. Kamu hanya perlu mengecek tekanan darah dan gula darah.

Risiko seseorang mengidap penyakit ginjal cenderung lebih besar pada mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah 140/50.

 ilustrasi sakit© shutterstock.com

Sedangkan deteksi melalui gula darah bisa diketahui jika kamu memiliki kadar lebih dari 126 mg/dL saat puasa atau 200 mg/dL 2 jam setelah makan.

Jika salah sati dari gejala tersebut terdeteksi di tubuh kamu sebaiknya mulai memerhatikan dengan serius kondisi ginjalmu.

Selain tekanan dan kadar gula darah, penyakit ginjal juga berisiko menyerang mereka yang punya kebiasaan buruk merokok atau menjalani pola hidup tak sehat.

4 dari 5 halaman

Penderita Obesitas Juga Harus Waspada

Risiko terserang penyakit ginjal juga bisa dikenali dari tingkat kegemukan. Jika BMI (body mass index) berada di rentang 18,5 sampai kurang dari 25, kamu masih bisa bersyukur karena memiliki bibit yang ideal.

Untuk menghindari tubuh terpapar penyakit ginjal, mulainya dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak. Perhatikan kadar ketiga bahan makanan itu saat akan mengonsumi makanan.

" Batas konsumsi gula per hari sekitar 50 gram. Ini batas semua yang dikonsumsi per hari, bukan cuma gula atau garam tambahan. Sedangkan, garam 2000 mg per hari," ungkap Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2020.

 Peringatan Hari Ginjal Sedunia© dream.co.id/Cynthia Amanda Male

 

5 dari 5 halaman

Jangan lupa cek urine

Selanjutnya, cari tahu apakah kamu memiliki keturunan pengidap penyakit ginjal, hipertensi atau diabetes. Untuk pemeriksaan lebih jauh, lakukan cek urine di laboratorium.

Kalau urine mengandung protein atau sel darah merah, kemungkinan besar ginjalmu bermasalah. Karena kedua hal tersebut tidak seharusnya terkandung dalam urine.

Pemeriksaan ini dilakukan setahun sekali untuk usia di bawah 50 tahun. Sedangkan di atas usia 50 atau yang memiliki faktor risiko, bisa melakukan pengecekan sebulan sekali.

Beri Komentar