Alhamdulillah, RSCM Kembali Buka Layanan Transplantasi Ginjal di Tengah Pandemi

Reporter :
Senin, 14 September 2020 18:35
Alhamdulillah, RSCM Kembali Buka Layanan Transplantasi Ginjal di Tengah Pandemi
Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu penyakit yang masih menimpa banyak orang di Indonesia.

Dream - Kabar baik bagi pasien penderita diabetes yang membutuhkan penangan serius selama masa pandemik Covid-19. Pengelola Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Cipto Mangunkusumo Jakarta memastikan akan kembali membuka layanan transplantasi ginjal kepada pasiennya. 

Layanan ini diberikan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat baik kepada pasien maupun tenaga medis. 

Seperti diketahui, ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui urin. Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu penyakit yang masih menimpa banyak orang di Indonesia.

“ Penyakit ginjal kronik secara nasional, 12,5% atau kita sebut 30.000.000 penduduk di Indonesia mengidap penyakit ginjal kronik jadi cukup besar masalah yang kita hadapi,” ujar Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, POKJA Transplantasi Ginjal RSCM Dept. Penyakit Dalam RSCM-FKUI, Sabtu, 12 September 2020.

Penyebab dari penyakit ginjal kronik didominasi karena diabetes, dan juga kedua karena hipertensi atau tekanan darah tinggi.

1 dari 5 halaman

Cuci darah

Ilustrasi© Shutterstock

Untuk penanganan ketika sudah terkena penyakit ini sampai stadium 5 dengan cara hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.

“ Transplantasi ginjal sebagai terapi penganti yang ideal untuk penyakit ginjal kronik, jika melakukan transplantasi ginjal 1 tahun pertama memiliki harapan hidup 95% sedangkan untuk dialisis 90,6%," jelas Bonar

" Pada 5 tahun mulai terjadi perubahan yang drastis sampai 10 tahun kemudian, jadi pasien dialisis itu 1/3nya yang dapar bertahan hidup sedangkan transplantasi ginjal 70-80% yang bertahan hidup,” tambahnya.

Beberapa keuntungan transplantasi ginjal dibandingkan terapi dialisis atau peritoneal dialisis adalah kualitas hidup akan meningkat, diet lebih bebas, pasien dapat melakukan perjalanan jauh, serta penderita akan merasa sehat atau memiliki kondisi sama dengan orang normal.

2 dari 5 halaman

RSCM siap lakukan transplantasi ginjal lagi

Ilustrasi© Shutterstock

Di tengah pandemi seperti ini, RSCM kembali membuka layanan transplantasi ginjal dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan baik untuk pasien maupun tenaga medis agar terhindar dari COVID-19.

“ Di era Covid-19 ini transplantasi ginjal yang dilakukan di RSCM sudah ada 16 transplantasi, sedangkan ada 12 kasus di rumah sakit lain. Dengan jumlah total 28 transplantasi yang dilakukan tim ini," ungkap Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K) Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Dept, Urologi FKUI-RSCM.

(Sah, Laporan: Shani Suha Marwan)

3 dari 5 halaman

Cara Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat

Dream - Mulai banyak oramg yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Dimulai dari mengubah pola hidup menjadi lebih sehat serta melakukan medical check up secara rutin.

Kedua hal tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai jenis penyakit, salah satunya ginjal. Cara menjaga ginjal pun terbagi menjadi delapan.

Meskipun banyak, tetapi kedelapan hal tersebut tidak sesulit yang dipikirkan. Apalagi, jika memulainya dengan perlahan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengontrol tekanan darah.

" Lakukan kontrol darah secara rutin dan terus dimonitor," ujar Aida Lydia, Ketua Umum Perkumpulan Nefrologi Indonesa (Pernefri) di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2020.

4 dari 5 halaman

Perhatikan kadar gula

Seperti yang diketahui, tekanan darah normal berada pada ukuran sistol dan diastol 120/80.

Sedangkan menurut Aida, seseorang harus berhati-hati terhadap kesehatan ginjal jika mengalami hipertensi atau memiliki tekanan darah 140/90.

Setelahnya, selalu kontrol kadar gula darah. Sama seperti mengukur tekanan darah, pengukurannya bisa dilakukan di rumah menggunakan alat yang dijual di pasaran. Tapi, lebih disarankan diukur pada petugas kesehatan.

ilustrasi dokter dan pasien© shutterstock.com

Ambang kadar gula darah saat puasa berada pada angka lebih dari 126 mg/dL.

Sedangkan gula darah setelah dua jam makan lebih dari 200 mg/dL, jika sudah mencapai angka ini, kamu perlu mengontrol konsumsi gula.

Per hari, kamu hanya bisa mengonsumsi sekitar 50 gram gula. Tidak terkecuali karbohidrat serta makanan atau minuman yang mengandung gula.

5 dari 5 halaman

Batasi konsumsi mi instan

Selain itu pantau konsumsi garam, jangan lebih dari 2000 mg per hari.

" Kadang mi instan saja sebungkus sudah 2500 mg, sudah melebihi batas konsumsi harian. Jadi perhatikan label kemasan supaya masyarakat bisa memantau konsumsi gula, garam dan lemak," kata Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes.

Agar lebih mudah menjaga konsumsi gula, garam dan lemak, makan makanan sehat serta jagalah berat badan sehingga terhindar dari obesitas.

Olahraga

Hitung BMI (body mass index) agar selalu berada di rentang 18,5 hingga kurang dari 25 supaya berat badanmu tetap ideal.

Jangan lupa rutin olahraga untuk menjaga imunitas serta berat badan.

ilustrasi olahraga© shutterstock.com

Tidak hanya makanan, kamu juga perlu minum air yang cukup untuk menghidrasi tubuh.

" Minum air yang cukup, rata-rata 30ml per kilogram berat badan. Kalau beratnya 50 kilogram, berarti minum air sekitar 1-2 liter. Kalau cukup aktif, minumnya lebih banyak," tutur Aida.

Beri Komentar