Heboh Ivermectin Bisa Sembuhkan Corona, Pakar UGM: Jangan Asal Konsumsi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 27 Juni 2021 12:48
Heboh Ivermectin Bisa Sembuhkan Corona, Pakar UGM: Jangan Asal Konsumsi
Banyak pakar kesehatan menyebutkan Ivermectin tidak bisa ditetapkan sebagai obat Covid-19.

Dream - Penggunaan Ivermectin sebagai obat penyembuhan pasien Covid-19 menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Di media sosial, terutama WhatsApp, beredar testimoni dari penyintas Covid-19 yang mengaku sudah merasakan manfaat Ivermectin.

Di sisi lain, banyak pakar kesehatan menyebutkan Ivermectin tidak bisa ditetapkan sebagai obat Covid-19. Meski obat tersebut digunakan dalam membantu penanganan Covid-19 di sejumlah negara.

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Zullies Ikawati, menanggapi perbincangan terkait Ivermectin ini. Zullies mengingatkan masyarakat agar tidak asal mengonsumsi obat yang diklaim oleh pihak tertentu dapat menyembuhkan Covid-19.

“ Yang beredar di WA banyak, tapi benar atau tidak kan kita tidak tahu itu dari mana, siapa yang akan memantau kalau dipakai sendiri,” ujar Zullies.

1 dari 3 halaman

Belum Ada Penelitiannya

Zullies mengungkapkan, salah satu tim peneliti di Australia pernah merilis penelitian secara vitro menunjukkan obat tersebut memiliki efek antiviral pada SARS-CoV-2.

Meski begitu, untuk digunakan sebagai obat Corona perlu dilakukan pengujian. Ini guna memastikan efektivitas serta keamanan penggunanya.

“ Obat untuk Covid, untuk bisa dipastikan harus ada pengujiannya. Tidak bisa hanya in vitro lalu langsung dipakai, dasarnya kurang kuat,” papar Zullies.

2 dari 3 halaman

Butuh Perizinan BPOM

Ilustrasi© Liputan6.com

Uji klinis terhadap penggunaan obat ini pada terapi Covid-19 telah dilakukan di sejumlah negara, dengan data yang bervariasi pada dosis maupun durasi penggunaan yang beragam.

Data-data dari pengujian inilah yang dibutuhkan untuk mendapat izin dari Badan POM sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pengawasan obat.

“ Badan POM membutuhkan data uji klinis yang bisa berasal dari negara lain asalkan metodologi dan jumlah subjeknya memadai, dosisnya sesuai, dan parameter penilaian luaran klinisnya sesuai,” terangnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Jangan Mudah Percaya

Zullies mengingatkan agar masyarakat jangan terlalu cepat percaya pada pengakuan penyintas Covid-19 yang sembuh berkat mengonsumsi obat ini. Hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut dengan penelitian dan data-data pembanding.

“ Bisa saja itu kebetulan. Karena itu harus ada riset yang benar untuk memastikan apa benar itu karena ivermectin atau bukan,” katanya.

Ia menambahkan, obat-obat yang dianggap aman dikonsumsi pada terapi Covid-19 telah termuat dalam pedoman tatalaksana Covid-19. Demi keamanan pasien, obat yang dikonsumsi sebaiknya merupakan obat-obat yang diresepkan oleh dokter sesuai kondisi pasien.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar