CONNECT WITH US!

Positif Diabetes? Ubah Pola Hidup Sekarang!

Reporter : Gladys Velonia | Kamis, 9 November 2017 07:13
Foto: Shutterstock.com
Kalau sudah diabet, pertama harus kurangi...

Dream - Hasil studi Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Kemenkes RI menunjukkan, penderita diabetes di Indonesia telah melampaui 10 juta orang. Jumlah itu akan terus bertambah. Pada 2030 diprediksi akan mencapai 21,3 juta orang.

Gaya hidup yang tidak sehat dengan mengonsumsi makanan tidak bergizi, serta minimnya waktu untuk berolahraga mengantarkan Indonesia menempati peringkat ke tujuh sebagai negara penyandang diabetes tertinggi di dunia.

Samuel Oetoro, ahli nutrisi dari Spesialis Gizi FKUI menceritakan, asal muasal diabetes menjadi penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

" Saat diabetes, hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak bekerja sebagaimana mestinya," kata Samuel di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 8 November 2017.

Secara sederhana, Samuel menggambarkan hormon insulin sebagai sebuah kunci, sel otot adalah lubang kunci yang harus terbuka agar sel bisa mendapat gula yang beredar ke seluruh tubuh berkat bantuan pembuluh darah.

" Kemudian diputar. Baru pintu bisa kebuka dan gula bisa masuk. Nah pada orang diabetes, lubangnya itu karatan, kuncinya tidak bisa masuk, sehingga pintu tidak terbuka dan gula tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh yang membutuhkannya," jelas pengurus Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia ini. 

Tak tanggung-tanggung, menurut Samuel, sebanyak 95% penderita diabetes di Indonesia mengalami hal ini, sehingga gula menumpuk di dalam darah.

Untuk itulah, Samuel menjelaskan jika Anda sudah didiagnosa terkena diabetes, sesegera mungkin mengubah pola hidup.

" Kalau udah diabet, pertama harus kurangi makan gulanya, karena kelebihan gula di dalam darah. Kedua, lubang kuncinya diminyakkin supaya karatannya ilang. Tempat lubang kunci itu namanya sel otot, harus diminyakkin dengan banyak bergerak, berolahraga," tegas Samuel.

Olahraga menjadi sangat penting bagi penderita diabetes karena kadar gula dalam darah tinggi, namun insulinnya rendah, hal tersebut membuat pembuluh darah kaku, hingga menyebabkan kelumpuhan pada organ tubuh.

" Jika tidak bergerak, gula biasanya numpuk di ujung-ujung jari kaki, sampai menghitam dan kaku tidak bisa bergerak. Itu sudah terlambat, cara satu-satunya harus diamputasi. Apakah selesai dengan diamputasi? Tidak! Bisa terus merayap menggerogoti organ lain," imbuh Samuel.

Agar tidak mengalami hal tersebut, Samuel menganjurkan bagi penderita diabetes untuk rutin mengontrol gula darah, kadar lemak, serta radikal bebas dalam tubuh kepada dokter. Sedangkan untuk olahraga terbaik yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda secara rutin 5-6 kali dalam seminggu.

" Olahraganya harus yang ringan, tapi rutin. Tidak boleh terlalu berat, itu justru berbahaya," tambahnya. (ism) 

Terry Prihatin Dengan Keadaan Pekerja Seni di Indonesia