Inovasi Alat Terapi Bagi Pasien Gagal Jantung

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 4 April 2019 13:43
Inovasi Alat Terapi Bagi Pasien Gagal Jantung
Beberapa kasus gagal jantung bisa diperbaiki.

Dream - Gagal jantung merupakan tahap akhir dari berbagai jenis penyakit jantung. Pada tahap ini, jantung biasanya membengkak dan kemampuan pompa jantung menurun sehingga menyebabkan sesak napas.

Penyakit ini lazim disebut silent killer karena dapat menyebabkan kematian mendadak. Meski begitu, tidak semua pasien gagal jantung langsung meninggal.

Beberapa kasus gagal jantung bisa diperbaiki. Tujuan pengobatannya adalah untuk memperbaiki kualitas dan harapan hidup.

" Pada tahap awal seperti sering muncul rasa lelah dan jantung mulai membengkak bisa dilakukan terapi dengan obat. Namun jika pompa jantung sudah melemah harus dilakukan terapi memakai bantuan alat," ujar Dicky Armein Hanafy, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Jakarta, kemarin. 

Cardiac Resyncronization Therapy (CRT) merupakan salah satu terapi gagal jantung kongestif (CHF), menggunakan alat kecil yang ditanam di bawah area kulit dada untuk mengembalikan ritme jantung.

 Alat terapi gagal jantung

(Foto: Annisa Mutiara/ Dream)

Terdapat 3 kabel yang akan menghantarkan arus listrik untuk pacu jantung setiap terjadi gerakan pompa jantung yang tidak sinkron. Alat ini bekerja dengan menggunakan baterai yang mampu bertahan selama 8-10 tahun.

 

1 dari 1 halaman

Lebih Akurat

" Inovasi CRT terbaru yang lebih akurat adalah Multipoint Pacing Cardiac Resyncronization Therapy Pacemaker, yang memiliki 4 elektroda serta 10 vektor pacing sehingga menghasilkan denyut jantung yang normal," kata Sunu Budhi Raharjo, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

 Risiko Penyakit Jantung Meninggi Jika Punya Masalah Keuangan

Terapi ini mampu mengurangi 34 persen risiko meninggal dunia dengan harapan hidup 5 tahun, dibandingkan pasien yang tidak melakukannya. Namun perlu diingat bahwa tidak semua pasien gagal jantung dapat melakukannya.

" Fraksi injeksinya harus di bawah 35 persen, tidak sedang hamil dan bebas dari infeksi. Saat ini Multipoint Pacing Cardiac Resyncronization Therapy Pacemaker pertama di Indonesia, baru tersedia di Rumah Sakit Columbia Asia, Jakarta Timur," kata Dicky. (ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-