Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Gagal jantung merupakan tahap akhir dari berbagai jenis penyakit jantung. Pada tahap ini, jantung biasanya membengkak dan kemampuan pompa jantung menurun sehingga menyebabkan sesak napas.
Penyakit ini lazim disebut silent killer karena dapat menyebabkan kematian mendadak. Meski begitu, tidak semua pasien gagal jantung langsung meninggal.
Beberapa kasus gagal jantung bisa diperbaiki. Tujuan pengobatannya adalah untuk memperbaiki kualitas dan harapan hidup.
"Pada tahap awal seperti sering muncul rasa lelah dan jantung mulai membengkak bisa dilakukan terapi dengan obat. Namun jika pompa jantung sudah melemah harus dilakukan terapi memakai bantuan alat," ujar Dicky Armein Hanafy, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Jakarta, kemarin.
Cardiac Resyncronization Therapy (CRT) merupakan salah satu terapi gagal jantung kongestif (CHF), menggunakan alat kecil yang ditanam di bawah area kulit dada untuk mengembalikan ritme jantung.

(Foto: Annisa Mutiara/ Dream)
Terdapat 3 kabel yang akan menghantarkan arus listrik untuk pacu jantung setiap terjadi gerakan pompa jantung yang tidak sinkron. Alat ini bekerja dengan menggunakan baterai yang mampu bertahan selama 8-10 tahun.
"Inovasi CRT terbaru yang lebih akurat adalah Multipoint Pacing Cardiac Resyncronization Therapy Pacemaker, yang memiliki 4 elektroda serta 10 vektor pacing sehingga menghasilkan denyut jantung yang normal," kata Sunu Budhi Raharjo, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Terapi ini mampu mengurangi 34 persen risiko meninggal dunia dengan harapan hidup 5 tahun, dibandingkan pasien yang tidak melakukannya. Namun perlu diingat bahwa tidak semua pasien gagal jantung dapat melakukannya.
"Fraksi injeksinya harus di bawah 35 persen, tidak sedang hamil dan bebas dari infeksi. Saat ini Multipoint Pacing Cardiac Resyncronization Therapy Pacemaker pertama di Indonesia, baru tersedia di Rumah Sakit Columbia Asia, Jakarta Timur," kata Dicky. (ism)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
