Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Mengapa anak-anak zaman sekarang berkeinginan menjadi youtuber atau selebgram? Dalam beberapa tahun terakhir, profesi ini seolah telah jadi idaman anak kekinian. Dan itu sudah dibuktikan dalam sebuah survei.
Sebuah perusahaan bernama First Choice melakukan survey pada seribu anak dengan rentang usia 6- 17 tahun.
Hasil risetnya menunjukkan bahwa menjadi youtuber mendapat urutan pertama sebagai cita-cita mereka. Sedangkan peringkat keduanya adalah menjadi blogger atau vlogger. Sementara profesi dokter ada di urutan keenam.
Milenial ingin menjadi Youtuber karena mereka bisa mengekspresikan diri lewat video dan konten sekaligus menjadi terkenal. Selain itu faktor uang juga memengaruhi karena gaya hidup mayoritas youtuber dan selegram tampak glamor. Paling tidak di postingannya.

Padahal, menjadi youtuber atau selegram itu tidak mudah. Apalagi kalau tidak memiliki status artis, anak artis, atau label-label lainnya. Membuat konten yang menarik dimulai dengan 0 followers tentu bukan hal yang mudah.
Berikut beberapa tips yang perlu Sahabat Dream ketahui jika ingin memiliki banyak followers.
Buat konten yang bermanfaat
Video atau foto yang ditampilkan memang harus menarik jika ingin viral. Tapi jika ingin eksis dalam jangka waktu panjang, berikan sajian yang bermanfaat bagi penonton.
Sebagai contoh, channel Youtube bertajuk ASA yang dipegang tiga pemuda muslim. Mereka membuat video-video tentang fenomena sosial terkait kegiatan muslim, seperti sholat dan membaca Al-quran di tempat umum.
Fokus pada satu topik
Pilih satu tema yang jadi keahlian Sahabat Dream. Kemudian dari tema tersebut buatlah mind maps materi-materi terkait untuk dijadikan konten. Seperti seorang youtuber cantik bernama Amenakin.
Keahliannya di bidang fashion ia manfaatkan untuk membuat konten di channel Youtubenya. Amena membagikan segudang tips seputar memakai hijab dan tutorial makeup yang elegan.
Berikan materi yang relevan
Agar mudah menggaet followers, Sahabat Dream bisa membagikan materi yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Youtubers Indonesia, Gita Savitri merupakan seorang mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Jerman.
Di channelnya Gita membagikan tips menjalani kehidupan sebagai mahasiswa muslim yang sedang merantau ke Eropa.
Ingatlah untuk tidak membuat konten yang bisa menimbulkan dosa bagi Sahabat Dream ataupun yang melihatnya. Membagikan informasi yang bermanfaat termasuk ke dalam bentuk sedekah yang pahalanya akan terus mengalir.

“ Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka ia akan mendapatkan pahal seperti orang yang mengerjakannya,” (HR.Muslim no.1893).
Sama halnya dengan mengajak orang untuk lebih selektif dalam memilih produk-produk yang akan digunakan sehari-hari. Salah satunya produk pasta gigi. Pemilihan pasta gigi tidak boleh sembarangan. Harus dipastikan tidak mengandung bahan haram, baik najis ataupun tidak.
Ini penting karena pasta gigi berisiko tertelan dan masuk ke dalam tubuh saat digunakan.
MUI pernah mengingatkan bahwa masih banyak pengolahan pasta gigi yang mengandung unsur syubhat (meragukan). Contohnya perasa dalam pasta bisa berasal dari alkohol, bisa juga dari zat sejenis binatang berang-berang.
Nabi junjungan kita, Rasulullah SAW diketahui menyikat giginya dengan menggunakan siwak.
Ada hadis yang berbunyi, " Siwak membersihkan gigi dan ini menyenangkan Allah. Setiap kali Jibril mengunjungiku, dia menyuruhku menggunakan siwak, hingga aku pun khawatir bahwa menggunakan siwak diwajibkan. Seandainya tidak khawatir akan membebani (merepotkan) umatku, aku akan mewajibkannya." (HR Bukhari dan Muslim).
Pada 1986, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan penggunaan siwak untuk membersihkan gigi dan mulut.
#WaktunyaHijrah ke pasta gigi yang telah memiliki sertifikat halal. Saat ini telah hadir Sasha Halal Toothpaste. Pasta gigi dengan serpihan asli siwak yang diperkaya dengan ekstrak daun sirih. Efektif melawan bakteri penyebab plak dan bau mulut, serta merawat kesehatan gigi dan gusi.

Sasha Halal Toothpaste mengandung flouride yang membantu mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan kekuatan gigi. Tersedia juga pasta gigi Sasha whitening dengan kandungan lemon dan garam, yang akan membuat gigi lebih putih, sehat, kuat, serta nafas segar dan tahan lama.
Yuk, #HijrahBarengSasha. Segera tinggalkan kebiasaan buruk dan beralihlah ke kebiasaan baik untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Mari kita tegakkan hijrah menjadi kebiasaan yang menghidupkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Sasha Halal Toothpaste, Sahabat Dream bisa mengunjungi instagram Sasha (@SashaIndonesia) dan Facebook Sasha Pancaran Aura Islami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya