Jenis Kanker yang Banyak Mengincar Kaum Milenial

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 27 Februari 2019 06:15
Jenis Kanker yang Banyak Mengincar Kaum Milenial
Penelitian terbaru mengungkap bahwa usia 25 hingga 49 rawan terkena kanker.

Dream - Perkembangan teknologi kedokteran dan pengobatan membuat beberapa jenis penyakit kanker bisa disembuhakan. Meski demikian, kanker masih dianggap penyakit yang sangat dekat dengan kematian.

Apalagi, kini usia pengidap kanker semakin banyak yang berusia muda. Penelitian terbaru mengungkap bahwa usia 25 hingga 49 rawan terkena kanker.

Dikutip dari Health, Selasa 26 Februari 2019, sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Public Health dari American Cancer Society menganalisis 20 tahun data diagnosa kanker pada orang dewasa berusia 25 hingga 84 tahun.

Analisa itu menemukan peningkatan mengejutkan pada tingkat kanker usia antara 25 dan 49 tahun, khususnya dalam masalah yang berkaitan dengan obesitas.

Dari 12 jenis kanker terkait obesitas yang diteliti, enam jenis menunjukkan lonjakan terbesar dalam jumlah pada kaum muda di Amerika Serikat. Jenis kanker tersebut adalah kanker kolorektal, endometrium, kandung empedu, ginjal, pankreas, dan multiple myeloma, bahkan kanker sel plasma yang biasanya muncul pada pasien berusia 60-an atau 70-an.

Kaum muda AS yang berusia 25 hingga 29 tahun juga memiliki peningkatan terbesar pada kanker ginjal, dengan rata-rata peningkatan tahunan 6,23%.

Sementara orang berusia 30 hingga 34 tahun memiliki peningkatan mieloma multipel terbesar, yaitu 2,21%. Kejadian pada orang dewasa juga meningkat untuk dua kanker yang tidak terkait dengan obesitas yaitu kanker saluran pencernaan dan leukemia.

1 dari 2 halaman

Apa yang menyebabkan kenaikan kasus kanker?

Penelitian yang dilakukan Lancet Public Health ini tidak fokus menyebutkan penyebab spesifik dari peningkatan tingkat kanker ini, penelitian ini hanya menghipotesiskan bahwa tren tersebut mungkin dipengaruhi oleh kebanyakan orang Amerika yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Menurut CDC, antara 1999 dan 2016, prevalensi obesitas di AS meningkat dari 13,9% menjadi 18,5% di antara anak-anak dan remaja dan dari 30,5% menjadi 39,6% di antara orang dewasa.

 Kanker© Shutterstock

Ini penting karena penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kanker tertentu.

Sebuah studi terpisah tahun 2018 menemukan bahwa berat badan berlebih menyumbang hingga 60% dari semua kanker endometrium, 36% kanker kandung empedu, 33% kanker ginjal, 17% kanker pankreas, dan 11% dari beberapa myeloma yang terjadi pada 2014.

Adapun penyebab kanker gastrointestinal dan leukemia yang ditemukan oleh para peneliti dikarenakan peningkatan penyakit autoimun, penggunaan antibiotik, dan paparan karsinogen lingkungan.

2 dari 2 halaman

Jaga berat badan dalam level normal

Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, namun pencegahan sejak dini lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali. Manfaat utama dari penelitian ini adalah tetap waspada dengan kesehatan dan berat badan.

Pasalnya, kanker yang berkaitan dengan obesitas menunjukkan peningkatan paling signifikan.

 Menurunkan Berat Badan© MEN

Para penulis penelitian mendorong para dokter untuk terus memantau berat badan pasien mereka dan memberi nasihat kepada mereka tentang risiko kesehatan dari obesitas sambil mempromosikan aktivitas fisik dan pola hidup sehat.

Laporan Tri Yuniwati Lestari

Beri Komentar