Kanker Sumsum, Penyakit Langka Perenggut Istri Said 'Bajuri'

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 29 Januari 2018 16:43
Kanker Sumsum, Penyakit Langka Perenggut Istri Said 'Bajuri'
Penderita sering tidak merasakan gejala apa pun

Dream - Usia Alyah, istri Saleh Bawazier atau lebih populer Said 'Bajuri', masih sangat muda, yaitu 29 tahun. Namun ibu dua anak tersebut harus meninggal dunia setelah berjuang menghadapi penyakit langka, kanker sumsum tulang belakang atau Multiple Myeloma.

" Dokter yang bilang selama jadi dokter di sini, baru pertama kali megang ini. Memang katanya itu penyakit langka, dua atau satu dibanding sejuta," kata Said saat ditemui di pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Senin 29 Januari 2018.

Sudah menjalani perawatan intensif di RS Kanker Dharmais, termasuk prosedur transfusi darah, ternyata nyawa Alyah tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu 28 Januari 2018.

Kanker sumsum tulang belakang ini boleh dibilang termasuk kanker darah, tapi dengan jenis yang berbeda dan sangat langka. Seperti dikutip dari Alo Dokter, multiple myeloma merupakan salah satu jenis sel darah putih atau plasma pada sumsum tulang.

Secara umum, sel plasma berfungsi untuk memproduksi antibodi guna mengatasi infeksi dalam tubuh. Namun pada multiple myeloma, sel plasma justru memproduksi protein yang tidak normal secara berlebihan yang akhirnya dapat merusak berbagai organ tubuh, seperti ginjal dan tulang.

Gejala multiple myeloma yang dirasakan setiap penderita umumnya berbeda. Pada perjalanan awal penyakit, penderita sering tidak merasakan gejala apa pun. Namun dalam beberapa waktu bisa muncul gejala khas, seperti mual, kehilangan selera makan, dan penurunan berat badan.

Penderita juga mengalami nyeri pada tulang dan tulang menjadi lebih mudah patah. Termasuk mudah sekali mengalami luka dan timbul lebam-lebam. Rasa haus juga muncul secara berlebihan. Kadang gejala juga bisa berupa rasa bingung dan gangguan mental.

Multiple myeloma sendiri belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Terdapat multiple myeloma dalam bentuk jinak, yaitu MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance). MGUS adalah kondisi ketika antibodi abnormal diproduksi oleh sel myeloma, tetapi tidak menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Meski demikian, sebagian besar kasus multiple myeloma berawal dari MGUS. Diperkirakan bahwa dari seratus orang penderita MGUS, satu di antaranya berkembang menjadi multiple myeloma setiap tahunnya.

Sumber: Alo Dokter

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival