Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kementerian Pertanian Menghentikan Impor Rock Melon Dari Australia. (Foto: Shutterstock)
Dream – Belakangan ini, rock melon Australia (cantaloupe) menjadi sorotan publik. Melon ini disebut-sebut mengandung bakteri listeria dan menimbulkan kematian tiga orang warga Australia.
Badan Karantina Kementerian Pertanian pun menutup impor buah cantaloupe. Dilansir dari Merdeka.com, Kamis 8 Maret 2018, Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengaku menyetop impor rock melon dari Australia.
Aturan ini tertuang di Keputusan Menteri No. 207/Kpts.KR.040/3/2018 tentang Penutupan Pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) dari Negara Australia ke dalam Wilayah Republik Indonesia.
“ Menteri Pertanian memberi atensi khusus terhadap kasus ini dan sangat peduli untuk mencegah kejadian ini di Indonesia. Beliau merespons dengan Keputusan Menteri Pertanian,” kata Banun.
Dia mengatakan, penutupan ini berlaku sejak 3 Maret 2018 dan diberlakukan secara langsung maupun transit di negara lain dibuktikan dengan Bill of Landing (B/L) atau Airways Bill (AWB) dan Cargo Manifest.
Buah rock melon dari Australia yang masuk ke Indonesia akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di karantina tumbuhan.
Seperti dilansir Abc.net.au, empat warga Australia dilaporkan tewas usai menyantap melon tersebut. Dua warga yang tewas berasal dari New South Wales, dua lainnya dari Victoria. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya