Gunung Anak Krakatau (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak akan sebesar letusan yang terjadi pada 1883.
" Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883," tulis Sutopo di akun Twitternya seperti diakses Dream, Jumat 4 Januari 2019.
Menurut Sutopo, meski saat ini ditemukan adanya retakan pada lereng Gunung Anak Krakatau, hal itu bukanlah ancaman. " Jika ditemukan ada retakan saat ini, itu wajar pada gunungapi paska-letusan," ucap dia.
4) Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman. pic.twitter.com/Vt8yQWZPE9
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)January 3, 2019
Menurut Sutopo, pada 1883 terdapat tiga gunung di Selat Sunda meletus secara bersamaan, yaitu Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuatan. Letusan yang terjadi sangat dahsyat yang memicu gelombang tsunami besar dengan ketinggian hingga 36 meter.
5) Tahun 1883, tiga gunung di Selat Sunda (G.Rakata, G.Danan. G.Perbuatan) meletus bersamaan. Letusanny besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Lalu 1927 muncul Gunung Anak Krakatau (GAK). Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883. pic.twitter.com/qOynKSd7ed
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)January 3, 2019
Setelah letusan, dua gunung lenyap dari permukaan laut. Berpuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1927, Gunung Anak Krakatau muncul ke permukaan laut. " Tidak mungkin letusan Gunung Anak Krakatau sama (pada) tahun 1883," kata Sutopo.
Advertisement
Mikroplastik Masuk Tubuh Ibu Hamil dan Plasenta Janin di Makassar

5 Persen Bisa Mengubah Wajah Senayan, Siapa Bertahan?

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir

Festival Musik Lebih Ramah Lingkungan, Intip Cara Seru Coachella dan Glastonbury

Safari Politik Jokowi: Dari Solo ke PSI


Dari Svarnadwipa, Andalas, Samudera, hingga Sumatera, Banyak Nama untuk Satu Pulau

12 Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan dan Kerap Tak Disadari

Dikenal Penggemar Ular, Ilmuwan Namai Spesies Baru dari Papua Nugini dengan Nama Slash Guns N’ Roses



Kanker Prostat Sering Tak Bergejala, Bagaimana Cara Mendeteksinya Sejak Dini?

Manusia Sudah Ada di Bumi Sejak Kapan? Jawabannya Bisa 315 Ribu hingga 7 Juta Tahun