Kata Mbah Rono Soal Retakan di Gunung Anak Krakatau

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 4 Januari 2019 10:00
Kata Mbah Rono Soal Retakan di Gunung Anak Krakatau
Material yang hilang tiga kali material letusan Gunung Merapi 2010.

Dream - Vulkanolog, Surono, mengatakan, retakan yang muncul setelah terjadinya longsor di lereng Gunung Anak Krakatau merupakan peristiwa yang wajar.

" Kalau retakan itu wajar saja, apalagi bekas longsoran," ujar pria yang karib disapa Mbaah Rono itu, di Jakarta, Kamis 3 Januari 2019.

Menurut Mbah Rono, informasi yang disampaikan ke masyarakat seharusnya bukan tentang temuan retakan itu. Tetapi informasi tentang masih ada atau tidaknya potensi longsoran di Gunung Anak Krakatau, yang bisa menyebabkan tsunami.

" Harus memberi statement memberi kepastian pada masyarakat, ini masih berpotensi dan ini sudah tidak berpotensi, supaya masyarakat break, jangan ketakutan terus," ucap dia.

Berdasarkan perhitungan ahli, kata Mbah Rono, longsoran yang terjadi di lereng Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 menyebabkan area sebesar 430 juta meter kubik menghilang. Hitungan itu setara dengan tiga kali material letusan Gunung Merapi pada 2010.

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini mengatakan, ada potensi longsoran yang terjadi di Gunung Anak Krakatau meski tidak sebesar pada 22 Desember 2018.

" Masihkan anda percaya, ada volume sekitar 430 jutaan itu akan longsor. Setelah longsor itu dan tubuhnya itu dikatakan bapak Kepala Geologi itu tubuhnya tinggal 110 meter," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikora Karnawati, mengatakan, retakan Gunung Anak Krakatau itu berpotensi menyebabkan longsor seandainya terjadi getaran erupsi.

" Berpotensi untuk berkembang menjadi longsor atau runtuhan bawah laut bila terjadi tremor saat erupsi nantinya. Karena luas area dan volume yang akan longsor relatif kecil, maka diperkirakan potensi tsunami yang ditimbulkan juga lebih kecil," ucap Dwikora dikutip dari laman Liputan6.com.

Beri Komentar