Asyik, Konsultasi Kanker Payudara Bisa Dilakukan via Fitur Chat

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 22 April 2021 10:47
Asyik, Konsultasi Kanker Payudara Bisa Dilakukan via Fitur Chat
Kamu pun bisa lakukan dari mana dan kapan saja.

Dream – Kanker masih menjadi momok karena termasuk salah satu penyakit dengan tingkat kematian terbanyak di dunia. Bahkan kanker payudara jadi jenis kanker yang paling banyak dialami para pasien.

Tak ada cara pencegahan yang paling efektif selain setiap perempuan melakukan upaya deteksi dini kanker payudara.

“ Kanker memang topik yang sangat luas mulai dari sisi bahwa kanker adalah pertumbuhan sel yang berlebihan, melibatkan mutasi gen, sampai pembicaraan sisi klinis di mana sebagian kanker itu ditemukan pada stadium lanjut, karena di stadium awal tidak ditemukan gejala apapun,” ujar dr. Selvinna selaku Marketing General Manager One Onco pada konferensi pers Rabu, 21 April 2021.

Cegah kanker, deteksi dini sekarang juga/Klik Dokter© Dream.co.id/Yuni Puspita Dewi

Dalam memperingati Hari Kartini, layanan Kalbe Oncology Total Solution (One Onco) melakukan kerjasama dengan Klik Dokter yang merupakan Situs web tentang kesehatan yang dibuat para dokter untuk membuat layanan dan informasi valid yang berhubungan dengan kanker.

Kerja sama ini dijalin karena tiga faktor ang sering menjadi permasalahan penderita kanker. Umumnya para penderita ragu atas informasi kanker yang mereka peroleh, adanya ketidakpastian tentang perawatan yang akan dijalankan, serta bagaimana biaya pengobatan.

Dengan hadirnya layanan konsultasi live chat pada layanan online tersebut diharapkan akan ada kemudahan konsultasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini atau skining kanker. Lebih  jauh upaya ini diharapkan bisa mengurangi kejadian kanker yang ditemukan di stadium lanjut.

1 dari 4 halaman

Lakukan SADARI

Ilustrasi© Shutterstock

“ Dalam hal ini kami fokus pada kanker payudara dan kanker serviks sebagai kanker yang paing banyak dialami di Indonesia, ini pas banget bicara payudara dan serviks memang areanya para wanita, dan bertepatan hari ini sebagai harinya wanita Indonesia yaitu dengan Hari Kartini,” ujar dr. Selvinna.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi kanker internasional (UICC), 43 Persen kanker dapat dicegah dan 30 persen dapat dikontrol bila ditangani sejak dini.

Untuk itu, deteksi sejak dini sangat baik dilakukan seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri) yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengetahui kelainan pada payudara.

Namun selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali pada umur 40 tahun menggunakan Mammografi atau USG untuk mendeteksi benjolan yang tidak teraba.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

2 dari 4 halaman

Simak Cara Memilih Bra yang Tepat!

Dream – Sekian banyak jenis bra yang ada di pasaran, bra kawat menjadi salah satu jenis yang paling populer dan ramai digunakan. Alasannya, karena dinilai dapat menopang payudara dengan baik dan terlihat lebih kencang.

Kawat yang ada di bagian bawah akan memberi topangan yang optimal, sehingga beban di bagian punggung dan leher akan berkurang.

Selain itu, beberapa jenis bra kawat juga memiliki model yang bisa menutup seluruh bagian payudara dengan baik, sehingga nyaman untuk digunakan.

Namun, beberapa rumor mengatakan, memakai bra kawat dapat menimbulkan risiko penyakit kanker payudara dan tidak boleh digunakan ibu hamil, benarkah demikian?

Mitos lama mengenai bra kawat menjadi pemicu kanker payudara ini hingga sekarang masih banyak beredar. Oleh karena itu, perlu diketahui memakai bra kawat tidak memicu kanker payudara.

3 dari 4 halaman

Perhatikan buat ibu hamil

Secara ilmiah tidak ada yang membuktikan pemakaian bra ini memicu kanker, bahkan para ahli menganggap tidak ada hubungan antara penggunaan setiap jenis bra, dengan kenaikan risiko kanker payudara.

Kemudian, pada ibu hamil dikatakan berbahaya menggunakan bra kawat karena dapat menghambat aliran darah, sehingga menggangu produksi ASI.

Sampai saat ini, tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Hubungan penggunaan bra dan produksi ASI tidaklah begitu erat.

Ilustrasi© Shutterstock

Memang, para ibu hamil lebih banyak memilih untuk menggunakan bra tanpa kawat, karena alasan kenyamanan semata. Jadi selama kehamilan, boleh saja untuk menggunakan bra kawat atau tanpa kawat.

Yang menjadi masalah adalah jika menggunakan bra yang tidak sesuai ukuran, maka payudara tidak akan tertopang dengan baik, dapat memicu sakit punggu dan nyeri leher, hingga memicu gangguan bahu yang berujung kesemutan di jari.

Oleh karenanya, hal yang perlu diperhatikan adalah soal ketepatan dan kenyamanan.

4 dari 4 halaman

Bagaimana cara memilih bra yang tepat dan nyaman? Simak cara berikut ini!

1. Pastikan, tahu ukuran payudara

Pertama yang terpenting adalah mengetahui ukuran payudara, bila belum mengetahui, cobalah mengukurnya sendiri di rumah dengan meteran jahit.

Hitung lingkar bawah dada untuk mengetahui ukuran tali bra yang pas dan hitung lingkar dada yang melewati puting untuk mengetahui ukuran cup bra.

2. Perhatikan cara tali bra menempel di pundak

Kemudian cara mengetahui bra yang dibeli sudah pas ukurannya atau belum dengan melihat cara talih bra menempel pada pundak.

Jika tali kendur dan sering merosot, itu tandanya cup terlalu besar. Apabila talinya menekan kulit pundak hingga berbekas, itu tandanya ukuran cup terlalu kecil.

3. Sesuaikan jenis bra dengan pakaian yang dikenakan

Berbeda jenis pakaian dan kegiatan, berbeda pula bra yang digunakan, misalnya saat olahraga gunakan sports bra agar menjaga payudara tidak banyak bergerak, saat memakai gaun atau kebaya gunakan strapless bra yang dapat menopang payudara meski tanpa tali.

Perhatikan juga bahwa bra harus diganti. Jika sudah rusak, talinya mulai kendur, dan tidak lagi pas saat digunakan, maka saatnya membeli yang baru untuk menggantikannya.

Perlu diingat! Hal terpenting dari penggunaan bra adalah ketepatan dan kenyamanan, agar tidak memicu sakit pada punggung, leher, dan pundak.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq)

Beri Komentar