Cinta Kekasihmu? Beri Tahu Dia Fakta Baru Kanker Paru-paru Ini

Reporter : Gladys Velonia
Rabu, 7 Februari 2018 10:44
Cinta Kekasihmu? Beri Tahu Dia Fakta Baru Kanker Paru-paru Ini
Tak hanya perokok, semua pria wajib tahu

Dream - Studi teranyar dari Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) menyebutkan, terdapat 14,1 juta kasus baru kanker dengan jumlah kematian sebesar 8,2 juta. 

Dari temuan itu, penyakit kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian pada pria (30 persen) dan kedua untuk wanita (11,1 persen).

Dokter spesialis paru-paru (pulmonolog) di RSUP Persahabatan, Elisna Syafruddin, menjelaskan, kaum pria rentan terkena kanker paru-paru disebabkan adanya iritasi pada organ pernafasan tersebut.

" Iritasi paru-paru pada wanita lebih rendah dari pria karena wanita lebih sedikit yang merokok dan lebih rendah aktivitas di luar ruangannya, sehingga wanita lebih sedikit terkena polusi,"  ujar dr. Elis di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 6 Februari 2018.

" Rokok dan polusi jadi faktor utama penyebab kanker paru-paru," kata dia melanjutkan. 

Selain itu, menurut Elis, gaya hidup tak sehat menyebabkan kanker paru-paru juga menyerang kaum muda. Padahal, jika menurut perhitungan, penderita penyakit ini adalah mereka yang berusia dewasa.

Elis mengungkapkan untuk sel kanker terdiagnosa menjadi kanker paru-paru memerlukan waktu minimal 10 tahun sehingga biasanya menyerang pasien usia 40 tahun. Nyatanya, usia pasien kanker paru-paru kini semakin muda.

" Karena lifestyle, perokok muda semakin banyak, usia 30-an sudah bisa kena kanker paru-paru. Di RSUP Persahabatan, usia termuda pasien kanker paru-paru bahkan 13 tahun," tegasnya.

Melihat fenomena tersebut, Elis menganjurkan agar kaum muda harus segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Caranya dengan berhenti merokok maupun mengisap vape dan shisha.

Lakukan olahraga ringan dan istirahat yang cukup untuk mengurangi risiko kanker paru-paru. Ketahui juga riwayat kesehatan keluarga.

" Kalau ada riwayat kanker lain dalam keluarga, itu tandanya ada risiko besar terkena kanker," ucap Elis.

" Bukan berarti langsung kanker, tapi berbahaya, sehingga harus lebih aware. Kalau ada faktor risiko, cek ke dokter 6 bulan sekali," kata dia melanjutkan.

(Sah)

 

Beri Komentar