Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi, Sudah Tahu?

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 2 Maret 2021 18:48
Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi, Sudah Tahu?
Biar makin mengenal vaksinasi dan imunisasi, baca informasi berikut.

Dream - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal membuat kita lebih melek soal kesehatan, terutama imunitas. Vaksin jadi langkah pencegahan penting untuk melindungi diri dari penularan Covid-19 dan jika pun tertular, kondisinya tak menjadi parah.

Masih banyak orang yang tak tahu kalau vaksinasi berbeda dengan imunisasi. Mungkin Sahabat Dream belum tahu perbedaannya. Dikutip dari KlikDokter, walaupun memiliki arti berbeda, vaksinasi dan imunisasi memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke tubuh manusia untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin itu sendiri merupakan bakteri dan virus yang telah dilemahkan. Sebenarnya vaksinasi merupakan bagian dari imunisasi. Ini merupakan tindakan yang dilakukan sebelum imunisasi.

Sementara, imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap suatu penyakit. Ada dua jenis imunisasi, yaitu aktif (vaksinasi) dan pasif (ASI atau antibodi bawaan dari ibu saat masih di dalam kandungan). Menurut peraturan Menteri Kesehatan, imunisasi wajib diberikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan imunisasi.

 

1 dari 5 halaman

Imunisasi wajib terdiri dari:

Imunisasi rutin

Imunisasi rutin adalah imunisasi yang dilakukan terus-menerus, sesuai dengan jadwal. Imunisasi rutin terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.

Imunisasi dasar

Diberikan pada bayi di bawah usia 1 tahun. Beberapa jenis imunisasi dasar antara lain: Bacillus Calmette Guerin (BCG), Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB), Hepatitis B pada bayi baru lahir, Polio, dan Campak.

Imunisasi lanjutan

Merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan pada:
anak usia bawah tiga tahun (batita), anak usia sekolah dasar, dan wanita usia subur.

Imunisasi khusus

Imunisasi khusus merupakan kegiatan imunisasi yang dilakukan untuk melindungi masyarakat terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu. Misalnya pada persiapan keberangkatan calon jemaah haji atau umroh, persiapan perjalanan menuju negara endemis penyakit tertentu dan kondisi kejadian luar biasa.

Selengkapnya baca di sini

2 dari 5 halaman

Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna Buat Vaksin Mandiri

Dream - PT Bio Farma (Persero) terus meningkatkan kapasitas penyediaan vaksin Covid-19. Setelah dengan Sinovac, Bio Farma mulai melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan vaksin lain.

" Kami mulai bekerja sama melakukan pembicaraan dengan Sinopharm," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto, disiarkan channel YouTube Kementerian Kesehatan.

Sinopharm merupakan perusahaan farmasi milik Pemerintah China yang berbasis di Beijing. Perusahaan ini mengembangan vaksin dengan platform inactivated atau menggunakan virus yang telah mati.

" Ini sama seperti Sinovac," kata Bambang.

Jika terjadi kerja sama, menurut Bambang, nantinya pengadaan vaksin Sinopharm ditangani oleh PT Kimia Farma Tbk.

 

3 dari 5 halaman

Selain dengan Sinopharm, Bio Farma juga melakukan penjajakan kerja sama dengan Moderna. Moderna merupakan perusahaan farmasi Amerika Serikat yang juga memproduksi vaksin Covid-19.

" Ini kita sedang menjajaki kerja sama dengan Moderna, vaksin dari Amerika Serikat dengan platform mRNA," terang Bambang.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan dalam menjalankan kerja sama tersebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait. Ini untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk program vaksinasi nasional Pemerintah ataupun vaksinasi gotong royong.

" Agar seluruh program vaksinasi baik program vaksinasi pemerintah maupun program vaksinasi gotong royong bisa berjalan lancar dengan baik," kata Bambang.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Kinerja Vaksin Lebih Optimal Jika Tidur Berkualitas

Dream - Tidur adalah ritual penting yang dapat membantu seseorang untuk memperoleh sistem kekebalan tubuh yang kuat. Efeknya yang baik bagi tubuh membuat para ahli menyarankan agar individu memperoleh waktu istirahat yang cukup sebelum disuntik vaksin COVID-19.

" Saat vaksin COVID-19 sedang didistribusikan, sangat penting bagi pasien untuk terus memprioritaskan tidur mereka untuk menjaga kesehatan yang optimal." ungkap presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM) dr. Kannan Ramar, dikutip dari USNews.

Kinerja Vaksin Lebih Optimal Jika Tidur Berkualitas© MEN

Untuk menemukan relasi antara tidur dan respons vaksinasi secara ilmiah, International Journal of Behavioral Medicine melakukan studinya pada tahun 2020. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa kinerja vaksin flu tampak lebih optimal hasilnya pada orang yang memiliki kualitas tidur baik selama dua malam sebelum mendapat suntikan.

Direktur Pusat Neuromodulasi UMMHC/UMMS di University of Massachusetts Medical School, di Westborough, Mass, dr. Khurshid Khurshid mengungkap bahwa peran tidur dalam meningkatkan respons imun sangatlah signifikan. Hal ini menurutnya bisa sangat menguntungkan bagi tiap orang, baik sebelum maupun sesudah divaksinasi.

" Semua orang, terutama pekerja kesehatan, harus menyadari efek tidur yang meningkatkan kekebalan. Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur normal setelah vaksinasi memperkuat respons kekebalan terhadap antigen yang menyerang" ujar Khurshid.

 

5 dari 5 halaman

Umumnya untuk memperoleh kualitas tidur yang baik, orang dewasa perlu tidur minimal selama tujuh jam. Namun, berdasarkan temuan AASM baru-baru ini menyatakan pandemi COVID-19 telah mengganggu tidur banyak orang.

Untuk mengatasinya, AASM memberikan tiga tips sederhana yang dapat dilakukan. Pertama, tetapkan waktu tidur dan rutinitas pagi. Individu juga perlu menjaga suasana di kamar tidur dengan tidak menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari.

Kedua, tidak menggunakan handphone 30 menit hingga satu jam sebelum tidur dan jangan pernah tergoda untuk memainkannya. Terakhir, jangan lupa untuk kurangi konsumsi alkohol, kafein, dan makanan besar sebelum tidur.

Laporan Silmi Safriyantini

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar