Perut Buncit (Foto: Shutterstock)
Dream - Tumpukan lemak di perut memang tak boleh dibiarkan. Harus segera dikurangi atau setidaknya tak bertambah. Bukan hanya berbahaya bagi kesehatan kantung dan tekanan darah tapi juga otak.
Sebuah penelitian yang dipublikasi di Journal Neurology menemukan adanya hubungan antara kelebihan lemak perut dan pengurangan volume area abu-abu di otak. Area tersebut berfungsi menampung sel-sel saraf yang mengendalikan otot serta bertanggung jawab pada kemampuan kita untuk melihat dan mendengar serta mengingat.
Dikutip dari World of Buzz, penelitian ini dilakukan pada 9.652 orang paruh baya di Inggris dengan menganalisis indeks massa tubuh mereka. Satu dari lima peserta ditemukan mengalami obesitas.
Dilakukan pemindaian otak (MRI) pada mereka yang obesitas. Hasilnya, volume area abu-abu di otaknya sangat rendah.
" Penurunan ukuran otak meningkat secara linear ketika lemak di bagian tengah dalam jumlah yang sangat besar," ujar Mark Hamer, salah satu peneliti.
Sebelumnya, sudah ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara penyusutan penghubung abu-abu dan pengembangan demensia, yang paling sering disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Yup, memiliki perut yang lebih besar juga membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami pikun.
Berita baiknya adalah, ukuran volume abu-abu dapat meningkat kembali jika berat badan kembali normal. Jadi, mulai sekarang jaga pola makan dan olahraga teratur. Bukan hanya demi kesehatan fisik tapi juga mencegah pikun.
Laporan: Tri Yuniwati
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda