Perut Makin Buncit, Risiko Pikun Kian Meningkat

Reporter :
Senin, 22 April 2019 09:15
Perut Makin Buncit, Risiko Pikun Kian Meningkat
Segera jaga pola makan dan rutin olahraga agar perut tak makin buncit.

Dream - Tumpukan lemak di perut memang tak boleh dibiarkan. Harus segera dikurangi atau setidaknya tak bertambah. Bukan hanya berbahaya bagi kesehatan kantung dan tekanan darah tapi juga otak.

Sebuah penelitian yang dipublikasi di Journal Neurology menemukan adanya hubungan antara kelebihan lemak perut dan pengurangan volume area abu-abu di otak. Area tersebut berfungsi menampung sel-sel saraf yang mengendalikan otot serta bertanggung jawab pada kemampuan kita untuk melihat dan mendengar serta mengingat.

Dikutip dari World of Buzz, penelitian ini dilakukan pada 9.652 orang paruh baya di Inggris dengan menganalisis indeks massa tubuh mereka. Satu dari lima peserta ditemukan mengalami obesitas.

Dilakukan pemindaian otak (MRI) pada mereka yang obesitas. Hasilnya, volume area abu-abu di otaknya sangat rendah.

" Penurunan ukuran otak meningkat secara linear ketika lemak di bagian tengah dalam jumlah yang sangat besar," ujar Mark Hamer, salah satu peneliti.

Sebelumnya, sudah ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara penyusutan penghubung abu-abu dan pengembangan demensia, yang paling sering disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Yup, memiliki perut yang lebih besar juga membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami pikun.

Berita baiknya adalah, ukuran volume abu-abu dapat meningkat kembali jika berat badan kembali normal. Jadi, mulai sekarang jaga pola makan dan olahraga teratur. Bukan hanya demi kesehatan fisik tapi juga mencegah pikun.

Laporan: Tri Yuniwati

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri