Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Air es banyak dipilih sebagai pelepas dahaga saat hawa terasa panas. Ternyata bukan hanya itu, air dingin ternyata menurut penelitian dapat meringankan nyeri otot.
Dikutip Newsmaxhealth, penelitian itu diterbitkan dalam European Journal of Applied Physiology.
Dalam penelitian disebutkan, mandi atau mengompres bagian yang nyeri dengan air es dapat mengurangi rasa sakit bahkan bisa hilang.
Peneliti dari University of New Hampshire mengatakan hal ini baik untuk para atlet. Dengan mencelupkan bagian tubuh yang sakit ke dalam air es pasca latihan dapat mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan.
" Mandi Es sangat populer sebagai pengobatan, namun penelitian ini benar-benar dipikirkan matang apakah menguntungkan atau merugikan," ujar Lead researcher, Naomi Crystal.
Penelitian ini pun melibatkan 20 pria usia kuliah berjalan menurun selama 40 menit. Setelah itu, setengah relawan itu mandi dengan air es selama 20 menit, dengan suhu 40 derajat Fahrenheit.
Para peneliti kemudian mengukur efek mandi dengan air es dan tidak ditemukan nyeri, pembengkakan dan peradangan dalam satu jam setelah mandi. Dan hal ini pun berpengaruh dalam tiga hari ke depan.
" Aku berharap untuk melihat berkurangnya nyeri dan pemulihan serta peningkatan kekuatan Atlet gunakan air es," katanya. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012