Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Thareq Habibie
Dream - Putra bungsu almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie, selalu mengenakan penutup mata di sebelah kanan.
Penampilannya itu tentu mengundang perhatian masyarakat. Mereka bertanya-tanya tentang penutup mata itu dan alasan Thareq Habibie memakainya.
Ilham Akbar Habibie, putra tertua almarhum BJ Habibie, sudah menjelaskan bahwa adiknya itu menderita glaukoma akibat penyakit gula yang dideritanya.
Namun mengapa harus memakai penutup mata? Hanya Ilham dan Thareq yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Dikutip dari Liputan6.com, penggunaan penutup mata mungkin karena alasan penampilan. Hal itu disampaikan dokter spesialis mata Surya Utama yang dihubungi Health-Liputan6.com kemarin sore.
Pasien mungkin merasa terganggu dengan kondisi matanya, misalnya ada kerusakan di mata. Sehingga harus memakai penutup mata.
" Ada kerusakan struktur mata. Misalnya di kelopak, kornea, bola mata atau bagian lain ada kerusakan. Maka upayanya dengan masking effect (dengan menggunakan penutup mata)," kata Surya.
Alasan berikutnya, kata Surya, karena salah satu mata mungkin mengalami kelainan, misalnya kurang bagus penglihatannya.
" Jika mata yang kurang bagus penglihatannya tadi dibiarkan terbuka maka akan mengganggu atau interefering mata yang bagus penglihatannya. Hal ini malah membuat penglihatannya terganggu. Dia jadi tidak nyaman, pusing, pandangan ganda," jelasnya.
Terlepas dari semua itu, pemakaian penutup mata ini biasanya dilakukan pada penderita mata malas atau Ambliopia.
Ambliopia adalah gangguan perkembangan penglihatan di mana mata mengalami penurunan ketajaman secara signifikan untuk melihat.
Ambliopia ini biasanya dimulai pada masa bayi dan anak usia dini. Dalam kebanyakan kasus, Ambliopia hanya menyerang salah satu mata.
Mata malas yang tidak diobati dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen pada mata yang terpengaruh.
Mata malas disebabkan ketika kedua mata mengirimkan gambar yang berbeda ke otak. Ini bisa terjadi jika mata penderita juling.
Penyebab mata malas lainnya jika salah satu mata mengalami rabun jauh atau rabun dekat.
Kondisi tersebut memaksa otak hanya menerima informasi yang datang dari mata yang baik, mengabaikan yang lemah.
Untuk mengatasinya, dokter akan menutup mata yang baik, agar mata yang lemah bekerja dengan keras.
Ada beberapa cara untuk mengobati mata malas ini. Namun semuanya tergantung pada seberapa parah pasien menderita mata malas.
Terdapat dua pilihan untuk menangani mata malas tersebut, seperti dikutip dari NHS.uk:
Untuk memperbaiki mata yang mengalami mata malas, dokter biasanya hanya menggunakan kacamata.
Rabun jauh, rabun dekat, atau mata juling bisa diperbaiki dengan hanya memakai kacamata terus-menerus.
Pasien juga diharuskan untuk selalu kontrol ke dokter mata agar bisa diketahui perkembangannya.
Selain kacamata, pasien juga bisa memakai lensa kontak untuk memperbaiki mata malas ini.
Namun, jika penglihatan belum juga membaik dalam dua belas minggu meskipun memakai kacamata, dokter akan mulai memberikan terapi oklusi dan obat tetes mata.
Terapi oklusi ini biasanya memakan waktu beberapa bulan, di mana tes mata rutin dilakukan.
Untuk melakukan terapi oklusi, pasien akan memakai penutup mata atau eye patch pada mata yang baik.
Tujuannya agar mata yang lemah bisa bekerja lebih keras sehingga penglihatan semakin membaik. Terapi oklusi ini akan dilakukan bersama dengan pemberian obat tetes mata.
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengobati Ambliopia dengan penutup mata dan tetes mata dapat meningkatkan penglihatan penderitanya.
Sumber: NHS.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya