Sering Marah Bikin Cepat Tua, Ini Bukti Ilmiahnya

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 23 Februari 2016 14:17
Sering Marah Bikin Cepat Tua, Ini Bukti Ilmiahnya
Para ilmuwan menemukan bahwa perempuan yang pemarah mengalami penuaan yang lebih cepat.

Dream - " Jangan marah-marah, nanti cepat tua loh..." Kalimat itu sering kita sampaikan --entah sungguhan ataupun bercanda-- kepada teman yang tengah naik pitam. Tapi tahukah Anda bahwa ucapan itu benar adanya?

Ya, gampang marah bikin cepat tua. Dan itu telah dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti dari Universitas Nasional SIngapura (NUS). Menurut penelitian ini, perempuan muda yang tidak sabar atau pemarah memiliki sel-sel yang menua lebih cepat dari teman-teman mereka yang lebih sabar.

Dikutip Dream dari laman Asia One, Selasa 23 Februari 2016, para ilmuwan NUS meneliti kemungkinan dampak kesehatan jangka panjang dari kesabaran. Objek penelitian ini adalah 1.158 mahasiswi NUS yang sehat.

Mahasiswi yang diteliti tersebut diminta terlibat dalam permainan ekonomi. Dalam permainan itu mereka diminta melakukan pembelian. Bisa langsung membayar, atau menunggu sebulan untuk memperoleh barang yang lebih banyak.

Di sinilah terlihat mahasiswi mana yang sabar dan tidak. Tingkat kesabaran bisa dilihat selama permainan itu. Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang diidentifikasi tidak sabar memiliki telomere yang lebih pendek. Ini mengindikasikan bahwa mereka mengalami penuaan lebih cepat dari rata-rata sel.

Telomere merupakan bagian paling ujung DNA yang bentuknya tipis, untuk menjaga kromosom. Bagian ini bisa menunjukkan bagaimana sel-sel menua. Semakin panjang sel, berarti sel itu bisa semakin berumur panjang. Orang yang berusia tua pada umumnya memiliki telomer yang lebih pendek dari yang muda.

Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara wanita muda yang tidak sabaran dan telomer yang lebih pendek. Tapi dalam penelitian ini tak diamati korelasi tersebut pada kaum pria muda.

" Kesabaran memang kebajikan dan wanita dengan tipe kepribadian tidak sabar cenderung menua lebih cepat daripada wanita yang lebih sabar," kata anggota tim peneliti, Profesor Ebstein.

Jadi, masih suka marah-marah?....

1 dari 4 halaman

Semakin Banyak Anak, Wanita Awet Muda

Dream - Penelitian dari tim ilmuwan Universitas Simon Fraser, Kanada, menemukan adanya hubungan antara jumlah anak dengan tingkat penuaan bilologis pada perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin banyak anak, maka penuaan biologis pada perempuan akan semakin lama.

Dengan kata lain, semakin banyak anak, maka seorang perempuan akan awet muda. Bagaimana bisa? Berikut penjelasan para peneliti itu, sebagaimana dikutip Dream dari lamanstar2.com, Selasa 19 Januari 2016.

Para ilmuwan ini meneliti sejumlah wanita dari sebuah masyarakat di pedesaan. Mereka mendata jumlah anak yang dimiliki oleh para wanita yang dijadikan sampel penelitian tersebut.

Para peneliti kemudian mempelajari telomere perempuan. Telomere merupakan bagian paling ujung DNA yang bentuknya tipis. Bagian ini bisa menunjukkan bagaimana sel-sel menua. Semakin panjang sel, berarti sel itu bisa semakin berumur panjang. DNA-DNA itu dikumpulkan lagi tiga belas tahun kemudian.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan lebih banyak anak, dimana anak mereka masih hidup, memiliki telomere yang lebih panjang. Itu artinya, perempuan dengan anak lebih banyak, kemungkinan besar mengalami proses penuaan yang lebih lama.

Hasil ini sangat mengejutkan para ilmuwan, sebab bertentangan dengan teori umum yang menyebut memiliki lebih banyak anak berarti mempercepat penuaan biologis perempuan. Teori umum yang selama ini diyakini banyak orang itu ternyata tidak benar, setidaknya menurut hasil penelitian ini.

Para peneliti menyebut hasil penelitian ini dapat dijelaskan oleh dua faktor. Pertama, para perempuan dari komunitas yang diteliti itu mendapat dukungan sosial dari teman dan keluarga. Sehingga memungkinkan tubuh mereka mencurahkan lebih banyak energi untuk menjaga dan memelihara jaringan tubuh. Sehingga memperlambat proses penuaan biologis.

Meski demikian, tingkat dukungan sosial yang diterima oleh perempuan yang diteliti ini belum tentu diterima oleh wanita pada masyarakat atau kebudayaan di tempat lainnya.

Sementara, faktor kedua dapat dijelaskan oleh estrogen, hormon seks utama kaum perempuan, yang memiliki efek antioksidan yang kuat pada tubuh.

Kadar estrogen meningkat secara signifikan selama kehamilan, menyebabkan para peneliti percaya bahwa itu berkat efek antioksidan, estrogen dapat melindungi sel-sel ibu terhadap pemendekan telomere. 

2 dari 4 halaman

Inikah Penyebab Pelawak dan Komedian Mati Muda?

Dream - Banyak yang menganggap pekerjaan sebagai seorang pelawak dan komedian adalah pekerjaan yang mudah.

Namun tahukah Anda, meski pandai menghibur orang banyak, profesi pelawak dan komedian disebut-sebut sebagai salah satu profesi yang berpotensi tinggi untuk meninggal dunia pada usia muda.

Menurut hasil penelitian Dokter Gil Greengross, seorang psikolog dan antropolog dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, pelawak biasanya menderita berat badan berlebihan, gemar merokok dan berisiko dengan penyakit kardiovaskular atau jantung.

Ini karena pelawak atau komedian dikatakan sebagai orang yang gemar mengabaikan kesehatan diri sendiri. Mereka juga berpotensi mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan yang dilarang.

Bahkan, jika mereka didiagnosis dengan penyakit, mereka sering menunda memeriksakan diri ke dokter yang pada akhirnya malah merugikan kesehatan mereka sendiri.

Para ahli berspekulasi pelawak merasa penyakit justru memberikan tekanan luar biasa sehingga mereka tidak lagi mampu menghibur dan membuat para penonton tertawa. Mereka pun seolah memiliki kesan menolak penyakit yang diderita.

Selain pelawak, penelitian itu juga menemukan golongan penghibur seperti penyanyi, aktris dan penari juga termasuk dalam kategori mereka yang tidak memiliki umur yang panjang.

Namun, apa pun pekerjaan kita, kita harus selalu menjaga kesehatan diri sendiri. Mengadopsi gaya hidup sehat serta menghindari tekanan mental bisa menghindarkan dari berbagai penyakit yang berisiko.

(Sumber: mynewshub.cc)

3 dari 4 halaman

Hewan `Dihidupkan` Usai 30 Tahun Beku, Lihat yang Terjadi

Dream - Binatang ini sudah dibekukan selama 30 tahun. Selama itu, dia ini tampak tak bergerak sama sekali. Seperti mati.

Dan tahun lalu, para ilmuwan mengakhiri masa pembekuan. Hasilnya sungguh mengejutkan. Meski sudah beku selama 30 tahun, binatang tersebut ternyata masih hidup.

" Beruang air" . Demikian binatang ini disebut. Atau juga dikenal dengan nama " babi lumut" . Ukurannya sangat kecil, kurang dari 1 milimeter.

Binatang ini ditemukan di kawasan terdingin di dunia, Antartika. Mereka juga bisa hidup di sejumlah tempat paling dingin di planet ini.

Para ilmuwan menemukan binatang yang sudah ada sejak 1983. Selain binatang ini, ada sebuah telur dari hewan yang sama. Kemudian disimpan di dalam suhu -20 derajat Celcius.

Dan tahun lalu, para ilmuwan dari Japanese National Institute of Polar Research " menghidupkannya" kembali. Dan ternyata, baik telur maupun binatang itu, masih hidup.

Binatang itu bisa menurunkan metabolisme mereka dengan ekstrem, dalam jangka waktu lama.

Selama dua pekan ini, binatang itu sudah mulai makan. Dan juga menghasilkan 19 telur, 14 menetas tanpa cacat. 

4 dari 4 halaman

Ditemukan! Hewan `Monster` 200 Tahun Bisa `Nangis` Mirip Bayi

Dream - Seekor salamander raksasa ditemukan oleh nelayan China di Chongqing, wilayah sebelah barat daya Negeri Tirai Bambu itu. Binatang ini diduga sebagai makhluk yang paling tua di dunia.

Binatang yang diduga berusia 200 tahun ini ditemukan oleh Wang Yong di sebuah gua terpencil. Nelayan ini kemudian memanggil peneliti binatang liar untuk menangkap hewan amfibi itu.

Para peneliti yang tiba di gua itu nyaris tak percaya dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri itu. Mereka terkejut karena ada salamander langka dengan panjang hampir 1,4 meter itu.

Binatang ini kemudian ditangkap oleh peneliti satwa liar, kemudian dibawa ke pusat pemeliharaan setelah diketahui dalam kondisi sakit. Hewan ini bisa bertahan hingga dua abad diduga karena hidup di dalam kolam pasang surut di gua yang terisolasi.

Hewan yang disebut-sebut seperti monster ini diberi nama Wa Wa Yu, yang artinya ikan bayi. Sebab, salamander ini disebut-sebut bisa mengeluarkan suara seperti tangisan bayi.

Namun, dalam video yang beredar itu tak pernah terdengar suara binatang itu. Sebab, dalam video yang beredar di laman Youtube, binatang ini tak pernah mengeluarkan suara. Hewan ini hanya bergerak-gerak dalam air. (Ism, Sumber: Daily Star)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim