Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Sebagai tempat memproses makanan lezat untuk keluarga, tanpa disadari dapur menjadi lokasi favorit untuk kuman dan bakteri penyebab penyakit. Menurut seorang profesor klinis di Microbiology and Pathology deaprtments di NYU Langone, Dr Philip Tierno, spons dan talenan merupakan dua benda yang paling kotor di dapur.
" Spons memiliki banyak celah yang kerap digunakan untuk membersihkan kotoran di dapur. Tanpa disadari ada beberapa organisme yang bersarang di celah-celah tersebut," ucap Dr Philip kepada The Huffington Post seperti dilansir Everyday Health, Senin 24 November 2014.
Setelah digunakan untuk mencuci atau membersihkan noda di dapur, spons kerap dibiarkan dalam kondisi basah hingga penggunaan berikut. Dalam kurun waktu 20 menit, dengan kondisi ini, ada banyak bakteri baru yang tumbuh.
Saat anda menggunakan spons untuk mencuci piring dan perabotan dapur lainnya, sepintas barang-barang tersebut memang terlihat bersih. Meski tanpa disadari, sebenarnya anda baru saja mentransfer kuman dalam jumlah yang lebih besar ke peralatan makan.
Selain spons, talenan juga merupakan benda lain di dapur yang menjadi tempat favorit kuman dan bakteri berkembang biak. Saat digunakan untuk memotong daging mentah, saat itu pula cairan lain yang dapat menjadi sarang racun ditemui.
" Ketika digunakan untuk memotong sayuran sekalipun, bukan tidak mungkin sayuran tersebut terkontaminasi bakteri E.coli yang dapat menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, dan pneumonia," katanya.
Agar terhindar dari kuman dan bakteri, sebaiknya simpan spons dalam kondisi kering setelah digunakan. Anda juga bisa menggunakan campuran cairan pemutih klorin dan desinfektan untuk membersihkan spons dan talenan dari organisme yang mungkin tumbuh di dua barang tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun